Sok Berfilsafat Asal-Usul Islam, Penulis Ini Kini Tak Bisa Hidup Tenang

Geert Wilders & Robert Spencer Laknatullah Alaihim
New York, Mukminun.com – Seorang penulis “best-seller” yang menanyakan asal-usul Islam dalam satu buku barunya kini mendapat ancaman mati oleh ratusan orang lewat twitter.

Penulis yang bergaya ala filusuf itu bernama Rober Spencer, direktur dari sebuah situs anti-Islam bernama Jihad Watch.

Kini ia meluncurkan sebuah buku baru berjudul “Did Muhammad Exist? An Inquiry into the Obscure Origins of Islam” (Benarkah Muhammad ada? Sebuah Pertanyaan terhadap Asal-Usul Islam yang Rancu).

Oleh karena bukunya inilah kemudian Spencer kini tidak bisa hidup tenang.

Beberapa ancaman terhadap dirinya disampaikan lewat twitter, ada yang menyebutnya anjing, ada yang ingin memenggal kepalanya dan menggantungnya di Gedung Putih.

Seorang pengguna twitter asal Australia sendiri mengaku telah membakar 1.200 buku Spencer laknatullah, sedang satu lagi pengguna twitter menyebut Spencer laknatullah sebagai anjing.

“1.200 bukumu telah dibakar di Australia kemarin oleh aku karena kamu tu seorang pembohong, untung kami bermil-mil jauh disana,” tulis seorang pengguna Twitter @83_amira.

“Menghina Nabi bukanlah kebebasan berbicara buatmu, anjing, bajingan.Aku ga akan potong tanganmu, namun penggal kepalamu dan menggantungnya di Gedung Putih,” tulis seorang pengguna twitter asal Australia lainnya.

Dalam buku itu sendiri Spencer laknatullah secara ‘mbundet-mbundet’ menerangkan filsafatnya yang dangkal bahwa Rasulullah Muhammad Salallahu’alaihi Wasallam tidak pernah hidup.

Selain memanipulasi beberapa catatan sejarah tentang Nabi Muhammad Salallahu’alaihi Wasallam, Spencer laknatullah dalam bukunya menyebutkan bahwa mayoritas hadist-hadist yang tersebar saat ini adalah hadist palsu.

Ia juga mengatakan bahwa Nabi Muhammad Salallahu’alaihi Wasallam tidaklah semulia seperti apa yang diyakini umat Islam saat ini, melainkan sosok Nabi Muhammad Salallahu’alaihi Wasallam menurut keyakinan Spencer adalah seorang manusia yang sangat biasa yang kebetulan dinamai Muhammad. Naudzubillahi min dzalik.

Jika kemudian beberapa pengusung paham liberal mengatakan buku Spencer ini sebuah catatan ilmiah, maka pendapat itu terbantahkan dengan pernyataan Spencer sendiri dalam situsnya Jihad Watch.

Dalam rilisnya tentang buku tersebut, Spencer mengatakan “Essay ini hanyalah sebuah ringkasan singkat dari kebanyakan pendapat-pendapat ‘penting’ saya.”

Secara, pengakuannya ini kemudian harusnya membuat semua pihak terbuka matanya bahwa buku Spencer ini bukanlah sebuah buku catatan sejarah, melainkan catatan pertanyaan-pertanyaan Spencer yang bingung tentang Islam. Wallahu’alam bish shawwab. (IsraelNationalNews/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment