Satu Warga Nahdiyin Dibacok Gerombolan Penganut Syiah

Jember, Mukminun.com – Eko, seorang warga Nahdiyin asal Jember kini harus menerima kenyataan bahwa pelipis matanya terkena sabetan clurit oleh seorang penganut agama syiah pada Kamis (31/5).

Cerita diawali dengan kedatangan tujuh orang penganut agama syiah kepada Ustadz Fauzi, seorang tokoh alim ulama NU asal Jember yang disinyalir sebagai panitia pengajian umum pada 6 Juni 2012 mendatang dengan pembicara Habib Muhdor.

Habib Muhdor sendiri merupakan seorang tokoh alim ulama NU yang lantang menyuarakan sikap yang anti terhadap ajaran agama syiah.

“Mereka keberatan dengan Habib Muhdor, karena sering bersikap keras terhadap syiah dalam ceramahnya... Salah seorang terkena bacok sedikit, yaitu Eko, di kening sebelah atas mata,” demikian ungkap Ketua PCNU Kencong, KH Khoiruzad Maddah.

Menyusul intimidasi dari tujuh orang penganut agama syiah tersebut, Ustadz Fauzi mengaku tidak gentar dan enggan menggubris permintaan tujuh orang tersebut.

Oleh karena hal itu, mereka marah dan melakukan tindakan anarkisme terhadap Ustadz Fauzi dan beberapa santri yang turut hadir dalam kejadian tersebut hingga kemudian salah seorang santri bernama Eko harus mendapat luka di pelipis matanya.

“Ustadz Fauzi tidak tahu menahu, karena dia bukan panitia. Dengan jawaban itu seorang tamu langsung cabut golok dan menyerang,” demikian kesaksian sekertaris PCNU Jember.

Hingga Kamis (31/5) siang, dilaporkan bahwa lima dari tujuh penyerang tersebut telah berhasil dibekuk oleh kepolisian setempat, meski sebelumnya mereka sempat melarikan diri setelah melakukan penyerangan tersebut.

“Siang ini, saya mendengar sudah bertambah yang diamankan menjadi lima orang,” ungkap Kiai Maddah.

Lebih lanjut Kiai Maddah juga mengungkap identitas salah satu pelaku penyerangan yang merupakan seorang menantu dari Habib Ali Muhsin Al-Habsyi, pemilik lembaga Darus Sholihin di Puger, Jember.

Menurut kesaksian Kiai Maddah, Habib Ali Muhsin merupakan seorang penganut syiah namun sering mengelabuhi masyarakat awam dengan terus menerus mengaku sebagai Ahlus Sunnah.

Habib Ali Muhsin, tambah Kiai Maddah, sering mengeluarkan fatwa-fatwa yang memiliki kecenderungan kepada syiah dengan mengkultuskan sosok sahabat Ali Bin Abi Thalib melebihi batas kewajaran.

“Habib Ali ini jika ditanya tidak pernah mengaku Syiah melainkan mengaku sebagai Ahlus Sunnah. Akan tetapi, fatwa-fatwanya berbau Syiah,” kata Kiai Maddah.

Kini pihak PCNU Jember dikabarkan sedang melakukan koordinasi dan berkonsolidasi membahas penyerangan penganut syiah di kantor mereka. (Arrahmah/Mukminun).