Said Aqil: Yang Ingin Membangun Negara Islam Pindah Saja Ke Afghanistan; Maksud Loe??

Jakarta, Mukminun.com – Tak ubahnya seperti para pesinetron yang hobi mencari popularitas dengan membuat sensasi-sensasi murahan, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Ghairu Aqil kembali mengeluarkan pernyataan mencengangkan dalam pidatonya memperingati hari lahir pancasila pada Jumat (1/6).

Salah satu poin yang membuat umat Islam kaget dengan sikap dan pernyataan Said Ghairu Aqil adalah perkataannya yang seolah “mengusir” umat Islam yang ingin menegakkan syariat Islam agar keluar dari Indonesia dan pindah ke Afghanistan.

“Tidak ada lagi tempat bagi organisasi yang memperjuangkan negara Islam, apalagi dengan kekerasan dan teror. Organisasi seperti itu harus dikategorikan sebagai organisasi kriminal dan harus ditindak. Yang ingin membangun negara Islam pindah saja ke Afghanistan,” kata Ghairu Aqil di Gedung MPR, Jakarta, Jumat (1/6).

Menurut Ghairu Aqil, pancasila merupakan harga mati bagi Indonesia dengan dalih bahwa ajaran-ajaran Islam telah terakomodir dalam rumusan konsep pancasila, hingga dapat disimpulkan bahwa Ghairu Aqil menganggap bahwa pancasila lebih baik daripada Islam.

Sontak pendapat seperti itu sangat bertentangan dengan nash-nash Quran dan Hadist sebagaimana yang dipahami oleh banyak ulama seperti yang diungkapkan oleh Sheikh Muhammad Bin Abdul Wahab dalam pembatal-pembatal ke-Islaman.

Dalam menjelaskan tentang pembatal-pembatal ke-Islaman, Sheikh Muhammad Bin Abdul Wahab mengatakan bahwa Islam seseorang bisa saja batal sebagaimana batalnya wudhu seseorang jika ia “menyakini bahwa petunjuk selain Nabi lebih sempurna daripada petunjuk Nabi.”

Sheikh Muhammad Bin Abdul Wahab, yang konon adalah guru dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini, mendasarkan pendapat ini pada tafsir Surat Al-Maidah ayat 50 dimana Allah berfirman,

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakan yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Al-Maidah: 50).

Selain itu, dukungan Said Ghairu Aqil terhadap pancasila daripada Islam tentu mirip dengan apa yang Allah firmankan dalam Surat Ali Imrah ayat 85, “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Jadi, jika memang Said Ghairu Aqil hendak mengusir umat Islam Indonesia yang ingin menegakan Islam, maka dimanakah tempat yang tepat untuk Kiai Said Ghairu Aqil yang ingin “mencari agama selain agama Islam”? Wallahu’alam bish shawwab. (Arrahmah/Irfan/Mukminun)