Putusan Pengadilan Tentang Khitan Picu Kemarahan Umat Islam Di Jerman

Munich, Mukminun.com – Pengadilan negeri Cologne, Jerman, telah memicu kemarahan warga Muslim di Jerman karena memutuskan dalam persidangan bahwa khitan merupakan sebuah tindakan kriminal.

“Saya pikir keputusan tersebut diskriminatif dan melawan upaya menuju kesatuan dan persatuan,” kata Ali Demir, kepala Komunitas Keagamaan Islam sebagaimana dikutip dari harian The Local pada Rabu (28/6).

Sebagaimana diketahui, pada Selasa (27/6) lusa pengadilan negeri Cologne, Jerman, memutuskan bahwa khitan yang didasarkan pada alasan keagamaan merupakan sebuah tindakan yang membahayakan tubuh dan bisa dianggap kriminalitas.

“Kebebasan beragama orang tua dan hak mereka untuk mendidik anak mereka harusnya bisa dikompromikan, bahwa mereka diwajibkan menunggu hingga si anak memutuskan kapan harus dikhitan,” demikian kutipan keputusan pengadilan negeri Cologne.

Putusan ini sendiri didasarkan pada kasus seorang bocah Muslim berusia empat tahun yang dikhitan oleh seorang dokter Jerman, namun terus menerus mengalami pendarahan hingga harus dibawa ke rumah sakit.

Dokter itu sendiri kemudian dijerat dengan dakwaan melukai bagian tubuh seseorang, meski pada akhirnya dokter tersebut dibebaskan.

Pengadilan memutuskan bahwa hakim di pengadilan negeri Cologne telah berbuat sesuai hukum dalam menyikapi kasus khitan pada anak kecil.

Namun setelah naik banding, orang tua si anak harus mengalah karena tuntutannya kepada dokter yang mengkhitan anaknya ditolak dan sang dokter dianggap tidak bersalah.

Selain itu, memang ada ‘kesepatakan’ dalam hukum Jerman bahwa orang tua tidak berhak menyuruh anaknya khitan.

“Tubuh si anak tidak bisa ‘diperbaiki’ lagi dan telah diubah secara permanen melalui khitan. Perubahan inilah yang bertentangan dengan keinginan sang anak untuk memutuskan di kemudian hari tentang keyakinan agamanya,” kata hakim dalam putusan mengenai khitan tersebut.

Pengadilan juga mengkhususkan bahwa khitan dibolehkan jika dilakukan untuk alasan medis, bukan didasarkan pada niat untuk menjalankan sunnah Islam.

Umat Islam di Jerman telah melakukan pembelaan tentang putusan pengadilan negeri Cologne, Jerman, tentang khitan.

Beliau beranggapan bahwa khitan dapat mengurangi transfer penyakit yang bisa saja melalui saluran urine.

Khitan sendiri merupakan salah satu sunnah dalam Islam yang ditujukan untuk menjaga fitrah manusia.

“Ini (Khitan) kan sebuah prosedur yang telah berusia lebih dari ribuan tahun dan merupakan sebuah nilah simbol yang sangat tinggi,” ungkao Demir.

Dalam catatan World Health Organization (WHO), setidaknya satu dari tiga pria di dunia telah dikhitan bahkan sejak usia mereka belum menginjak 15 tahun.

Di Amerika sendiri, khitan merupakan trend di kalangan masyarakat sekuler Amerika dengan dalih menjaga kebersihan sang anak. Wallahu’alam bish shawwab. (Onislam/Mukminun)