Diperluas, Masjidil Haram Mampu Tampung 10 Juta Jamaah

Grand design Masjidl Haram setelah proyek perluasan
Mekkah, Mukminun.com – Masjidil Haram di Mekkah, dimana jutaan umat Islam dari seluruh dunia berkumpul setiap tahun untuk beribadah haji, insyallah akan mampu menampung sekitar 10 juta jamaah ketika proyek perluasan area Masjidil Haram selesai.

Kini telah ada banyak proyek perluasan kapasitas Masjidil Haram, namun proyek kali ini merupakan proyek terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah tempat suci umat Islam tersebut.

Jika proyek perluasan ini selesai, maka komplek Masjidil Haram akan menjadi seluas 500,000 meter persegi, yang juga berarti dua kali lipat ukuran luas Masjidil Haram saat ini.

Masjidil Haram sendiri pertama kali mengalami perluasan pada tahun 1954 lalu, dimana saat itu hanya mampu menampung jamaah sebanyak 300,000 orang saja.

Proyek perluasan kedua kemudian dilakukan pada masa raja Fahd bin Abdul Aziz, dimana peningkatan jumlah kapasitas Masjidil Haram saat itu menjadi 630,000 orang.

Pada tahun 2009, proyek perluasan Masjidil Haram tahap pertama telah dimulai dengan menghancurkan 2,350 hotel di sekitar Masjidil Haram, berikut juga gedung-gedung kantor dan bangunan lainnya.

Menyusul pembersihan bangunan di sekitar Masjidil Haram, proyek perluasan kali ini juga merencanakan perubuhan 1,900 bangunan lain di sekitar komplek Masjidil Haram.

Pemerintah Saudi sendiri dilaporkan telah menyiapkan dana sebesar 500,000 riyal (atau sekitar 1,2 milyar rupiah) untuk satu meter persegi tanah yang akan dan telah mengalami penggusuran tersebut.

Tahap kedua proyek perluasan Masjidil Haram kini sedang berlangsung dengan fokus pengerjaan pada perluasan area ibadah Masjidil Haram.

Hotel-hotel yang semula berada di sekitar komplek Masjidi Haram, kini akan dibangun kembali di kawasan Jabal Umar yang kirannya nanti mampu menampung sekitar 200,000 jamaah haji.

Proyek perluasan kali ini pun bukan hanya sekedar meluaskan area Masjidil Haram, namun juga perbaikan sistem transportasi inter-city kota Mekkah.

Sejak 2010 lalu pun, ternyata pemerintah Saudi juga telah menyiapkan beberapa armada kereta listrik yang menghubungkan beberapa objek dalam ritual ibadah Haji.

Penggunaan kereta listrik ini sendiri ditujukan untuk mengurangi potensi kemacetan dan keributan selama penyelenggaraan ibadah haji.

Dengan pengadaan kereta listrik ini pula, sekitar 53,000 bis yang selama ini beroperasi di Mekkah akan dipensiunkan, untuk kemudian diganti dengan kereta listrik yang dinilai lebih aman dan lebih nyaman bagi jamaah haji. Wallahu’alam bish shawwab. (Todayszaman/Mukminun)