Istri Presiden Terpilih Mesir Tolak Gelar “First Lady”

Cairo, Mukminun.com – Naglaa Mahmoud, istri presiden terpilih Mesir Muhammad Mursi tidak menginginkan dirinya disebut “First Lady” (Wanita Nomer Satu) seperti halnya para pendahulunya, melainkan lebih memilih disebut “pelayan Mesir.”

“Islam tidak membedakan antara satu wanita dengan wanita lainnya. Kami semua rakyat Mesir dan kami harus bersatu untuk negara ini,” ungkapnya dalam situs resmi Ikhwanul Muslimin.

Naglaa Mahmoud lebih suka jika dirinya dipanggil “Ummi Ahmed” (Ibunda Ahmad), yang merujuk pada putra tertuanya.

“Dan jika saya harus punya gelar maka sekarang biarkan saya digelari “pelayan Mesir nomer satu,” katanya lebih lanjut.

Oleh media dan dunia internasional yang mayoritas sekuler, jilbab besar Naglaa Mahmoud sering menjadi objek diskusi dan pemberitaan.

Hal ini dikarenakan bahwa baliaulah istri presiden pertama di Mesir yang mengenakan jilbab.

Pada tahun 1950an, istri King Farouk, Queen Nariman tidak mengenakan jilbab, terlebih istri presiden Mesir sebelumnya, Husni Ghairu Mubarak Suzanne Thabet.

Ada pula Jihan Rauf, istri dari presiden Mesir Anwar Sadat laknatullah yang terkenal sangat mengikuti fashion dan juga aktif dalam dunia ‘infotainment’ dan pencitraan.

Kini, pendirian istri Muhammad Mursi, Naglaa Mahmoud merupakan sebuah hal yang patut diacungi jempol. Lantas, kapan Indonesia memiliki “Ibu Negara” berjilbab? Wallahu’alam bish shawwab. (Arabiya/Mukminun)