Fazil Say: Surga Itu Tak Ubahnya Rumah Bordil

Ankara, Mukminun.com – Pengadilan di Turki pada Jumat (1/6) secara formal menjatuhkan vonis kepada seorang pemain piano (pianis) atheis atas komentarnya terhadap Islam di Twitter.

Pengadilan negeri Islambul memutuskan untuk mengadakan voting untuk menyetujui sebuah hukuman yang tepat terhadap Fazil Say, seorang pianis atheis, yang sempat tampil bersama dengan New York Philharmonic, Berlin Symphony Orchestra, Israel Philharmonis, National Orchestra of France, dan Tokyo Symphony.

Warga Turki berusia 42 tahun ini kini menghadapi dakwaan atas tindakannya memicu kebencian, dan menghina nilai-nila agama.

Hal ini terjadi pada medio April 2012 dimana Fazil Say, yang pernah menjadi duta kebudayaan untuk Uni Eropa, mengutarakan ‘kegalauannya’ terhadap agama Islam dengan menghina konsep surga dan neraka dalam Islam.

Pengacara Fazil Say laknatullah, Meltem Akyol, mengatakan bahwa Fazil laknatullah menolak dakwaan tersebut.

“Kami tentunya tidak menerima tuduhan itu,” kata Akyol melalui telepon kepada Associated Press pada Jumat (1/6).

Lebih lanjut pengacara ini mengatakan bahwa apa yang dilakukan kliennya, Fazil Say laknatullah, bukan merupakan suatu bentuk penghinaan terhadap Islam karena apa yang ia utarakan melalui Twitter hanya bisa dibaca oleh mereka yang menjadi follower si atheis Fazil Say ini.

Ungkapan Fazil Say laknatullah di Twitter kiranya berbunyi seperti ini, “Bagaimana jika ada raki (minuman tradisional yang berbau wangi) di surga, kenapa tidak di neraka, sedang kenapa ada Chivas Regal (merek minuman keras) di neraka, tidak di surga? Apa yang akan terjadi kemudian? Inilah pertanyaan yang paling penting!!” Naudzubillahi min dzalik...

Dalam Islam, alkohol dan khamer jelas dilarang untuk dikonsumsi, dan banyak ulama yang setuju bahwa apa yang diungkapkan oleh Fazil Say laknatullah tersebut merupakan sebuah ungkapan yang tidak bisa diterima.

Selain itu, sang atheis laknatullah ini – dalam salah satu postingan di twitter – mengungkapkan bahwa suga tidak lebih dari sekedar sebuah “rumah bordil.”

Akyol, yang menjadi pembela Fazil Say laknatullah, mengatakan bahwa apa yang diungkapkan kliennya merupakan sebuah ‘pidato kebebasan’ yang terinspirasi oleh bait-bait puisi kuno karangan Umar Khayyam.

Lebih lanjut Akyol mengatakan bahwa sempat terbesit keinginan dari kliennya untuk meninggalkan Turki dan hidup di Jepang awal tahun 2012 ini.

Meski begitu, kini ia dikabarkan sedang berada di luar negeri dan akan kembali ke Turki akhir pekan ini menyusul sebuah konser di Slovenia.

Dengan ulahnya menghina Islam, Fazil Say laknatullah kini menghadapi ancaman penjara maksimal 1,5 tahun.

Bagi sebagian kalangan, hukuman tersebut dinilai terlalu ringan karena tidak sepadan dengan pembangkangannya terhadap Allah dan Rasul-Nya.

Allah Maha Adil dan Allah pasti akan memberikan balasan setimpal bagi atheis Fazil Say laknatullah ini. Aamiin. Wallahu’alam bish shawwab. (AP/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment