"Bunuh" Salman Rushdie Di Aplikasi Game Komputer

Teheran, Mukminun.com – Fatwa hukuman mati bagi penulis novel “Ayat-ayat Setan”, Salman Rushdie, kini disebarluaskan lewat aplikasi permainan (game) komputer.

Hal ini terungkap di tengah pegelaran pameran game komputer internasional di Teheran, Iran, pada Selasa (26/6) kemarin.

Aplikasi permainan komputer yang diberi judul “The Stressful Life of Salman Rushdie and Implementation of his Verdict” itu dibuat dan diluncurkan oleh Asosiasi Mahasiswa Syiah, dengan dukungan penuh oleh pemerintah syiah Iran.

Proses pembuatan aplikasi permainan komputer ini sendiri telah dimulai sejak tiga tahun silam, ketika sebuah yayasan nasional di Iran untuk pengembangan permainan komputer mengajak seluruh siswa di Iran untuk mengikuti lomba pembuatan aplikasi permainan komputer.

Tiga teratas dari lomba tersebut kemudian berhak atas dukungan finansial oleh yayasan tersebut untuk kemudian diwujudkan menjadi sebuah aplikasi game komputer secara penuh.

Meski begitu, konversi dari script aplikasi permainan komputer menjadi sebuah aplikasi permainan utuh sempat tertunda dan baru terlaksana pada 2012 ini.

Sedikit bocoran tentang aplikasi tersebut, para pemain game ini akan diajak untuk menerapkan fatwa hukuman mati bagi penulis novel “Ayat-ayat Setan” Salman Rushdie.

Pemerintah Iran sendiri mengaku bahwa dukungan bagi pengembangan aplikasi permainan tersebut gencar dilakukan menyusul maraknya dukungan terhadap Salman Rushdie oleh Barat melalui penetrasi budaya, novel, film, dan lain sebagainya.

Oleh karena itulah, jauh sebelum diluncurkannya game komputer “membunuh Salman Rushdie,” beberapa umat syiah Iran telah mampu membuat aplikasi permainan komputer yang diberi judul “Special Mission 85.”

Dalam game tersebut diceritakan bahwa dua tokoh fiksi ahli nuklir asal Iran telah diculik oleh tentara Amerika ketika sedang melakukan perjalanan ke Karbala, atau tempat suci umat Syiah (tujuan ibadah “haji” umat syiah).

Hukuman mati bagi Salman Rushdi, penulis “Ayat-ayat Setan,” sendiri telah dikeluarkan oleh salah satu “imam” agama syiah, Khomeini, pada Februari 1989 karena dalam novel tersebut terdapat banyak sekali penghinaan dan pelecehan terhadap Allah, Islam, Nabi Muhammad dan simbol-simbol Islam lainnya.

Namun begitu, sifat munafik pemerintah syiah Iran terlihat jelas menyusul keputusan mereka untuk menobatkan novel lain karangan Salman Rushdie yang berjudul “Midnight’s Children” sebagai buku tahun 2012. Wallahu’alam bish shawwab. (Guardian/Mukminun)