Sombong, Kakek 65 Tahun Tak Mau Passport-nya Dicek Muslimah Berjilbab

London, Mukminun.com – Seorang warga Inggris yang hendak kembali menuju negaranya menolak seorang Muslimah berjilbab petugas bea-cukai yang hendak mengecek keabsahan passport-nya.

Anthony Holt, kakek berusia 65 tahun ini mengatakan bahwa dirinya tak mau dilihat oleh “benda tersebut” (tidak mau menyebut “dia”).

“Aku ga mu dilihat oleh benda itu,” ungkapnya seperti dikutip oleh sebuah harian terbitan Inggris.

Alhamdulila kini Kakek Holt telah dikenai denda sebesar 145 poundsterling dan tambahan 100 poundsterling lainnya sebagai kompensasi atas sikapnya yang anti-Islam yang ditujukan kepada petugas bea-cukai.

Menurut kuasa hukum Kakek Holt, kliennya mengaku kecewa setelah membaca sebuah artikel yang dimuat harian Daily Mail tentang pengalaman buruk seorang Kristiani dalam perjalanan ke Manchester.

Mungkin hal inilah yang membuat Kakek Holt tidak menghendaki passport-nya dicek oleh seorang Muslimah berjilbab petugas bea-cukai bernama Sayima Mohammed.

Kakek Holt, sebagaimana dituturkan oleh kuasa hukumnya, menganggap umat Islam bukanlah warga negara Inggris hingga kakek tersebut berkata, “Aku hanya ingin dilihat oleh warga negara Inggris. Ini Inggris. Ini negaraku. Aku sama sekali ga setuju sama Islam.”

Sontak Ukhti Sayima meneteskan airmata mendengar cacian tersebut hingga membuat rekan kerjanya enggan memeriksa passport tua bangka tersebut dan lebih memilih untuk menenangkan temannya.

Ulah kakek Holt makin menjadi ketika polisi datang dan ia justru berkata, “Itu lho Islam! Aku ga akan masuk Islam. Ini negaraku!”

Meski telah melukai perasaan Ukhti Sayima Mohammed, kakek Holt dalam wawancara dengan kepolisian mengaku bahwa ulahnya tersebut tidak bersifat personal.

“Masalah saya itu dengan Islam secara keseluruhan. Islam itu ancaman bagi populasi Inggris dan gaya hidup ke-Inggris-inggrisan. Saya hanya ingin memiliki pendirian,” ungkapnya tak bersalah kepada kepolisian setempat.

Di sisi lain, Ukhti Sayima kepada polisi mengaku bahwa dirinya merasa “diancam, terkejut, dan terdzhalimi dengan sikap seperti itu untuk alasan yang tidak jelas.” Wallahu’alam bish shawwab. (Bikyamasr/Mukminun)