Amir Kuwait Tolak RUU Hukuman Mati Bagi Penghina Agama

Kuwait City, Mukminun.com – Amir Kuwait, Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah, dikabarkan menolak untuk menandatangani sebuah RUU hukuman mati bagi mereka yang menghina agama, sumber di parlemen Kuwait mengatakan pada Rabu (6/6).

Pemerintah negara kaya minya tersebut telah mengirim RUU kembali ke parlemen pada Rabu (6/6), yang mengindikasikan bahwa RUU tersebut telah ditolak oleh Amir negara Kuwait.

Amir Kuwait sendiri memang memiliki kekuatan untuk menolak sebuah RUU yang diajukan oleh parlemen Kuwait, namun DPR Kuwait dapat kembali mengajukan RUU tersebut jika disetujui oleh 2/3 anggota parlemen dan menteri-menteri di pemerintahan Kuwait.

RUU kali ini, yang diajukan oleh parlemen Kuwait bulan lalu, menuntut mereka yang menghina Allah, Quran, Nabi-Nabi, beserta istri-istri Rasulullah Muhammad Salallahu’alahi Wasallam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Dalam RUU tersebut, dua pasal baru diajukan ke dalam undang-undang pidana negara Kuwait, dimana jika seorang non-Muslim terbukti melakukan penghinaan terhadap Islam, Quran, atau Nabi-nabi, maka ia akan dihukum dengan hukuman penjara lebih dari 10 tahun.

Selain itu, terdakwa penghina Islam yang kemudian menyatakan bertaubat saat persidangan, ia tidak berhak untuk hukuman mati, melainkan akan diganjar dengan hukuman penjara selama lima tahun atau denda sebesar 36.000 dollar AS.

Bagi terdakwa yang menyatakan bertaubat namun di kemudian hari terbukti mengulangi kesalahan serupa, maka dalam hal ini RUU tersebut tidak akan memberikan ampun terhadap penghina Islam.

RUU ini sendiri merupakan respon terhadap upaya seorang penganut agama Syiah yang pada Maret lalu melakukan penghinaan terhadap Rasulullah Muhammad Salallahu’alaihi Wasallam dan Ibunda Aisayah serta beberapa Sahabat.

Penganut agama Syiah yang menghina Islam tersebut pada Senin (4/6) telah divonis penjara 10 tahun seperti yang dikonfirmasikan oleh pengacara Syiah laknatullah tersebut.

Konflik antara umat Islam dengan penganut agama Syiah memang sering terjadi di negara kaya minyak tersebut.

Kuwait sendiri didominasi oleh umat Islam dengan populasi Syiah hanya sekitar sepertiga dari total populasi negara tersebut.Wallahu’alam bish shawwab. (AFP/Mukminun)