Akur, Yah? Yahudi Sambut Baik Peresmian “Masjid” Ahmadiyah

Pikesville, Mukminun.com – Sebuah “Masjid” kini akan diresmikan di tengah-tengah komunitas Yahudi laknatullah di Pikesville, AS.

Namun ini bukan “masjid” dalam arti sebenarnya karena ini merupakan tempat ibadah penganut agama Ahmadiyah yang mengakui adanya nabi setelah Khatamul Anbiyaa Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam.

Pikesville sendiri merupakan sebuah kawasan di AS yang mayoritas penduduknya adalah keturunan Bani Israil (Yahudi).

Pemimpin komunitas Yahudi dilaporkan sedang mencoba menunjukkan kepada umat Ahmadiyah bahwa Pikesville sebagai basis komunitas Yahudi akan menyambut keberadaan umat Ahmadiyah disana.

Bahkan para pengikut keyakinan Ahmadiyah tersebut diundang oleh beberapa komunitas Yahudi di Pikesville untuk memperkenalkan diri mereka kepada umat Yahudi laknatullah disana.

Hubungan yang harmonis antara Yahudi dan Ahmadiyah sendiri sebenarnya bukan barang baru, mengingat bahwa nabi para pengikut Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad, sebenarnya merupakan salah satu antek zionis israel laknatullah.

Dalam buku “Freemasonry Yahudi Melanda Dunia Islam” peneliti Zionisme A.D El-Marzededeq, menyatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmadiyah adalah seorang Mason yang diangkat oleh penjajah Inggris untuk mendirikan Gerakan Kemahdian dan mendakwakan dirinya sebagai Al-Masih Al-Mau’ud (Messias yang Dijanjikan).

Indonesia meskipun menjadi anggota Liga Muslim Dunia, namun sampai saat ini belum memberikan keputusan tentang pembubaran Ahmadiyah.

Meski fatwa tentang kesesatan Ahmadiyah sudah dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tahun 1980 dan ditegaskan pada tahun 2005, namun sampai hari ini pemerintah belum mengeluarkan keputusan tentang pembubaran organisasi perusak akidah ini.

Ketika kasus Ahmadiyah ramai, dan tuntutan pembubaran semakin kencang, negara-negara Eropa memberikan sinyal kuat kepada pemerintah SBY agar tidak coba-coba membubarkan Ahmadiyah.

Selain itu, LSM-LSM komprador yang selama ini bekerja dalam kucuran dollar dan majikan asing, seperti Jaringan Islam Liberal (JIL), The Wahid Institute, Ford Foundation, Liberal for All Foundation (LibforAll), dan lain-lain, melalui para pengasongnya berkoar-koar membela Ahmadiyah.

Puncaknya, pada 1 Juni 2008, para jongos asing ini membentuk organisasi payung bernama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).

Mereka mengadakan Apel Siaga di Lapangan Monas untuk melindungi Ahmadiyah dari tuntutan pembubaran. Wallahu’alam bish shawwab. (Baltimore/MuhibbulIslam/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment