AS Ketar-Ketir Dengar Ada “Bom Celana Dalam” Di Pesawat Mereka

Ibrahin Hasan Al-Asiri | Photo: AP
Yaman, Mukminun.com – Pemerintah AS mengklaim berhasil menggagalkan rencana serangan “bom celana dalam” terhadap sebuah pesawat jet milik maskapai AS di Yaman.

Meski belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, intelijen AS di Pentagon telah mengeluarkan pernyataan bahwa serangan kali ini didalangi oleh Mujahidin Al-Qaeda di Yaman.

Lebih lanjut Pentagon mengklaim bahwa serangan “bom celana dalam” kali ini dilaksanakan menyusul peringatan satu tahun syahidnya Sheikh Usamah Bin Ladin yang disergap oleh militer AS di Abbotabad, Pakistan.

Menyusul upaya penggagalan serangan bom tersebut, pemerintah AS mengatakan tidak akan meningkatkan prosedur pengamanan terhadap warga negara AS di bandara-bandara internasional.

Meski mengklain berhasil menggagalkan upaya serangan bom celana dalam, ketakutan tetap nampak di wajah para penjajah AS di Yaman karena khawatir adanya serangan bom celana dalam yang lain.

Seperti dilansir oleh Associated Press, bom celana dalam kali ini merupakan seri terbaru dari bom serupa yang pernah ditargetkan pada sebuah maskapai penerbangan AS menjelang natal tahun 2009 silam oleh Akhi Umar Faruq Abdulmutallab di Detroit.

Akhi Umar Faruq Abdulmutallab, yang merupakan putra dari seorang pejabat tinggi Nigeria, melakukan sebuah serangan terhadap pesawat AS yang terbang dari Amsterdam menuju Detroit pada Jumat 25 Desember 2009 silam, dan mendapat hukuman penjara selama empat bulan.

Menurut FBI, teknologi yang digunakan pada bom celana dalam kali ini jauh lebih halus dan lebih bagus dari apa yang digunakan oleh Akhi Umar Faruq Abdulmutallab sehingga dapat digunakan hanya dalam sebuah celana dalam penumpang pesawat.

Kini FBI sedang menyelidiki apakan bom celana dalam versi baru ini dapat melewati metal detector bandara dan mampu menjatuhkan sebuah pesawat terbang mengingat tidak ditemukan sama sekali bahan-bahan yang terbuat dari besi di dalam bom tersebut.

Sumber FBI juga mengklaim bahwa sang pelaku pembawa bom celana dalam kali ini merupakan warga Yaman, yang operasinya “berhasil” digagalkan sebelum pelaku memesan tiket untuk sebuah penerbangan.

Selain itu, ketakutan pemerintah AS sendiri juga didasarkan pada kenyataan bahwa perekonomian AS turun secara drastis menyusul sebuah serangan “bom printer” yang ditujukan pada dua pesawat kiriman barang pada Oktober 2010.

Sebagaimana diketahui, Mujahidin Al-Qaeda di Yaman cenderung menargetkan post-post vital milik penjajah AS seperti pusat bisnis, pusat militer, dan pusat pemerintahan di negara-negara Muslim.

Dan pada medio Oktober 2010 silam, seorang Mujahid Al-Qaeda di Yaman bernama Ibrahim Hassan Al-Asiri berhasil merakit sebuah bom pada dua cartridge printer HP Laser Jet P2055 untuk kemudian dipaketkan melalui dua pesawat kargo AS bernama UPS dan FedEx.

Sementara printer yang dipaketkan melalui FedEx gagal meledak, namun satu printer yang diangkut oleh maskapai Yahudi UPS berhasil meledak dan menjatuhkan pesawat tersebut di Dubai.

Tak ada pemberitaan massal mengenai hal tersebut karena Mujahidin Al-Qaeda di Yaman berasumsi bahwa pemerintah AS tidak akan mengumumkan besarnya kerugian ekonomi mereka menyusul ledakan di sebuah pesawat kargo.

Dalam analisanya, Mujahidin Al-Qaeda di Yaman menaksir bahwa AS menderita kerugian sebesar 4,200 dolar AS dari meledaknya sebuah bom printer di satu pesawat kargo saja. Wallahu’alam bish shawwab. (AP/Mukminun)