Lima Syahid (Insyallah), 285 Lainnya Diculik Selama April 2012

Palestina, Mukminun.com – Teroris israel laknatullah menembak dan membunuh lima umat Islam Palestina, empat di antaranya adalah anak-anak, selama bulan April 2012.

Dalam laporan yang dikeluarkan oleh The International Solidarity Foundation for Human Rights (Tadamon) juga diketahui fakta mencengangkan bahwa 285 umat Islam Palestina telah diculik oleh teroris israel laknatullah selama bulan April 2012.

Salah satu yang syahid (insyallah) pada bulan April 2012 lalu adalah seorang bocah bernama Aseel Ara’a, yang baru berusia empat tahun.

Ia ditembak oleh teroris israel laknatullah di Ramallah, Tepi Barat, pada 25 Oktober 2011, dan menghembuskan nafas terakhirnya April kemarin.

Ada pula dua pemuda mujahidin bernama Misbah Sa’ad (17) dan Yousef As-Sa’ayda (20) yang ditembak dan dibunuh oleh teroris israel laknatullah di Jalur Gaza.

Dua syuhada lainnya, Rashad Shoukha (28) dan Fadi Zeitoun, juga gugur ditembak oleh teroris israel laknatullah.

Rashad Shoukha sempat menderita luka serius ketika teroris israel laknatullah menyergap tempat tinggalnya di Rammoun, Tepi Barat; sedangkan Fadi Zeitoun terbunuh ditangan pemukim yahudi laknatullah ketika sedang membajak sawahnya di Nablus.

Medio April 2012, teroris israel laknatullah melancarkab puluhan serangan ke wilayah umat Islam, baik di Tepi Barat maupun di Jalur Gaza, yang mengakibatkan 285 umat Islam Palestina diculik dan ditahan tanpa alasan dan peradilan yang jelas.

Termasuk dalam 285 yang dicullik itu terdapat anak-anak, wanita, dan mantan ‘tahanan politik’ israel yang sempat menghirup udara bebas beberapa saat.

Di Tepi Barat sendiri, dilaporkan bahwa 45 anak-anak Islam Palestina diculik, dan tiga mahasiswi di Hebron pun juga demikian.

Peneliti Tadamon, Ahmad Tubassy, mengkritik tajam ulah teroris israel laknatullah dengan menyebut bahwa penculikan terhadap anak-anak dan wanita adalah satu bentuk pelanggaran undang-undang internasional – selain tentunya melanggar hukum Allah. Wallahu’alam bish shawwab. (Imemc/Mukminun)