Said (Ghairu) Aqil: Imam Tak Perlu Berjenggot, Baju Gamis, Cukup Batik

Palangkaraya, Mukminun.com – Pernyataan mencengangkan keluar dari mulut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), Said (Ghairu) Aqil Siradj saat dirinya menyampaikan doktrin Anti-Jihad di Rapimnas Lembaga Takmir Mesjid (LTM) NU pada Ahad (13/5).

Dalam acara yang digelar di Masjid Nurul Islam, Palangkaraya, Kalimantan Timur, ini, Said (Ghairu) Aqil menyatakan bahwa imam suatu masjid tidak perlu berjenggot dan tidak perlu mengenakan baju Islami (gamis), namun cukup dengan batik saja.

“Imam tak perlu berjenggot atau pakai baju gamis, cukup pakai batik,” demikian "kiai" yang menganggap Syiah bukan aliran sesat meski Khittah NU jelas-jelas menyatakan Syiah sebagai aliran sesat..

Pernyataan tersebut keluar setelah dirinya mengaku telah melakukan pengamatan di beberapa Masjid yang diklaim sebagai Masjidnya orang-orang NU, namun “dikuasai” oleh mereka yang “nyantri model kilatan.”

“Mereka nyantri model kilatan, belajar dengan buku panduan shalat, dan lain sebagainya. Inilah pentingnya LTMNU ngumpulin pengurus dan takmir mesjid,” sambung sang kiai yang sering dipanggil “Suad Ghairu Aqil” ini.

Dalam acara yang bertajuk menejemen masjid tersebut, materi yang sering muncul adalah tentang penyelewengan makna jihad, sehingga cenderung anti-Jihad.

Hal ini terlihat dari hadirnya tokoh-tokoh yang terkenal anti terhadap ajaran Jihad seperti, Nasir Abbas, dan Ketua Deputi II Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Irjen Pol M Tito Kanavian, dan Sukanto yang mengaku sebagai mantan pasukan Hezbullah NII (DI/TII).

Dalam materi yang disampaikan, Said (Ghairu) Aqil menilai bahwa masjid seharusnya jangan digunakan untuk mengajarkan konsep Jihad, yang dalam bahasanya diganti dengan kata “radikalisme” dan “terorisme.”

Lebih lanjut ia juga menghimbau kepada para 160 peserta dari 14 perwakilan PCNU Kalteng dan 15 PCNU Kalsel untuk mengurangi penyampaian materi-materi khutbah Jumat yang berisi tentang Surga dan Neraka. Naudzubillahi min dzalik. (SuaraKarya/Mukminun)

0 komentar: