RUU Anti-Syariah Lolos Di DPR Dan Kini Resmi Jadi UU Anti-Syariah

Kansas, Mukminun.com – Lembaga yudikatif negara bagian Kansas kini meloloskan RUU Anti-Syariah yang bertujuan untuk menghindari para hakim dan pemilik kantor untuk menerapkan dalil-dalil dari Quran, Sunnah, ataupun ijtihad para ulama Islam dalam semua bidang.

UU Anti-Syariah sendiri lolos dalam sebuah voting di lembaga Senat negara bagian Kansas pada Jumat (11/5) lalu dengan perolehan 33 suara dari total 36 anggota senat Kansas.

Sebelumnya, RUU Anti-Syariah ini juga telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) negara bagian Kansas dengan perolehan suara mutlak, yakni 120 suara berbanding nol suara.

Dalam pembahasan mengenai RUU Anti-Syariah di DPR, muncul sebuah paradigma bahwa tujuan RUU tersebut adalah menghindari penerapan hukum-hukum Islam di semua sektor di negara bagian Kansas.

RUU ini sendiri muncul setelah adanya temuan bahwa terdapat 50 kasus di AS yang sedikit banyak mengadopsi hukum-hukum Islam untuk memutuskan 50 peridangan tersebut.

Mayoritas kasus persidangan yang mengadopsi hukum-hukum Islam antara lain kasus perceraian, hak pengasuhan anak, harta gono-gini, atau kasus-kasus lainnya dimana wanita sering menjadi pihak yang dirugikan.

Politisi Partai Republik AS, Owens, menilai kebijakan meloloskan RUU Anti-Syariah menjadi UU Anti-Syariah merupakan sebuah hal yang memalukan bagi negara bagian Kansas.

“Ini semua hanya berdasarkan ketakutan, berdasarkan in-toleransi dan tidak didasarkan pada pemahaman terhadap Konstitusi,” kata Owens.

Ibrahim Hooper dari CAIR sendiri menilai bahwa lolosnya RUU Anti-Syariah menjadi UU Anti-Syariah sebagai “kemenangan” bagi mereka yang bertujuan meningkatkan sikap anti toleransi.

“Jika tujuanmu adalah meningkatkan sikap anti-toleransi, saya pikir anda menang,” ungkap Ibrahim Hoopers. Wallahu’alam bish shawwab. (ChicagoTribune/Mukminun)