Mantab…! Dikira Preman, Teroris Densus 88 Dipukuli Warga Solo

Solo, Mukminun.com – Acungan jempol untuk umat Islam di Solo, khususnya mereka yang menempati daerah Semanggi karena mereka berani memukuli teroris anggota Densus 88 pada Jumat (11/5).

Hal tersebut terjadi sesaat setelah shalat Jumat, dimana tiga teroris Densus 88 mengendarai sepeda motor matic dengan sengaja menabrak seorang pemuda Muslim bernama Rizky Dian Furqoni.

Saking biadabnya terhadap umat Islam, teroris anggota Densus 88 yang menabrak Dian justru memukuli Dian secara “berjamaah.”

Sontak Dian berteriak “Allahu Akbar” hingga mengundang perhatian warga sekitar yang juga baru saja selesai shalat Jumat di sebuah Masjid di Semanggi, RT 06/Rw 05 Kecamatan Pasar Kliwon.

Umat Islam yang mendengar teriakan takbir Dian langsung berlari kearah teroris Densus 88 yang sedang memukuli Dian.

Di sinilah aksi heroik umat Islam Solo yang tanpa berpikir panjang langsung memukuli teroris anggota Densus 88 tersebut hingga pecah kaca helm yang dipakai para teroris tersebut.

Kalah jumlah massa, teroris dari Densus 88 pun mengeluarkan tembakan sebanyak 2 hingga 3 kali sambil mengatakan, “Saya polisi, saya polisi, ada surat-suratnya lengkap.”

Warga pun terdiam mendengar adanya ancaman dari tembakan tersebut, hingga kemudian tiga orang teroris dari Densus 88 berhasil menculik Dian setelah menabrak, memukuli, dan mencekiknya.

Sesaat setelah mengeluarkan tembakan tersebut, sebuah mobil mini bus hitam dari arah barat melaju kea rah Dian dan tiga teroris tersebut memasukkan Dian secara kasar ke dalam mobil tersebut.

Sesaat setelah kejadian tersebut, Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) menemui keluarga Dian mengenai penculikan yang dilakukan oleh teroris Densus 88 terhadap anak mereka.

Pihak keluarga mengatakan bahwa hal tersebut murni penculikan karena tidak ada surat penangkapan yang diterima baik oleh pihak keluarga atau pun ketua RT setempat.

Ayah Dian kemudian mendatangi Polresta Surakarta untuk memastikan kebenaran kabar mengenai penculikan terhadap anaknya oleh teroris Densus 88, dan pihak kepolisian sendiri membenarkan hal tersebut.

“Saya meminta kepada Kapolres Solo agar Dian dalam pemeriksaan ini dilakukan secara manusiawi dan tidak ada Penyiksaan maupun Penganiayaan, jangan seperti sebelumnya masa 7x24 jam adalah penuh dengan pelanggaran HAM,” kata Hartono, ayahanda Rizky Dian Furqoni. (Arrahmah/Mukminun)