Republik Syiah Iran Anjurkan Pengikutnya Bunuh Musisi Sunni

Teheran, Mukminun.com – Tokoh senior Syiah Iran mengeluarkan sebuah fatwa yang menganjurkan para pengikutnya untuk membunuh seorang musisi rap asal Iran yang tinggal di Jerman.

“Fatwa” tersebut dirilis oleh Safi Golpayegani pada Rabu (09/5) setelah ia menilai bahwa salah satu lagu musisi tersebut dianggap menghina imam ke-10 dari 12 imam suci dalam agama Syiah.

Musisi Iran tesebut bernama lengkap Shahih Najafi, yang belum lama ini merilis salah satu hit terbarunya berjudul “Naghi.”

Naghi atau juga sering ditulis Naqi sendiri merupakan nama imam ke-10 dalam urutan 12 imam suci agama Syiah.

Safi Golpayegani menilai bahwa lagu yang diciptakan oleh Shahih Najafi merupakan sebuah bentuk penghinaan terhadap imam ke-10 agama Syiah tersebut.

Sebagai akibatnya, Safi Golpayegani menghimbau agar umat agama Syiah dimana pun berada untuk “mengirim dia (Najafi) ke neraka” (membunuh Najafi) melalui sebuah kampanye online yang dirilis pada Rabu (09/5) lusa.

Najafi sendiri merupakan seorang musisi asal Iran yang terpaksa mencari suaka di negara Jerman menyusul adanya tekanan berat dari pemerintah Syiah Iran terhadap dirinya menyusul kritik-kritik pedas yang ia masukkan dalam banyak lagu-lagunya.

Najafi berpindah dari Iran menuju Jerman tepat pada tahun 2005 silam dan mulai mendirikan sebuah grup music bernama Tapesh-2012.

Najafi juga sempat membentuk sebuah band underground bernama Antikarisma pada Januari 2010 lalu yang beranggotakan empat warga Iran yang mencari suaka di Jerman.

Dalam agama Syiah sendiri terdapat pemahaman bahwa ada 12 imam suci, atau juga biasa disebut “Imam 12” atau “Imamah Itsna Asyari.

Sementara semua umat Islam mengakui bahwa terdapat empat mahdzab yang diakui, Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hambali, maka orang-orang yang beragama Syiah tidak mau memasukkan keempat imam tersebut ke dalam 12 imam suci tersebut.

Dalam versi lain, agama Syiah kelompok Ja’fariyah tidak mengakui 12 imam melainkan tujuh imam saja.

Jika memang demikian adanya, berarti dapat diambil kesimpulan bahwa Syiah benar-benar berbeda dengan Sunni, bahkan tidak lagi pantas dikatakan sebagai Islam.

Hal ini dapat dilihat jelas dari kebiasaan para penganut agama Syiah yang ternyata lebih sering mengutip perkataan-perkataan para imam mereka, daripada firman-firman Allah yang termaktub dalam Al-Quran Al-Karim.

Oleh karena itu para penganut agama Syiah sering menyebut para imam mereka dengan sebutan “Ayatullah” atau jika diartikan secara harfiah bermakna “firman Tuhan.” Wallahu’alam bish shawwab. (Freemuse/Mukminun)