Rencana Konser Lady Gaga di Jakarta “Panen” Penolakan dari Umat Islam

 Jakarta, Mukminun.com – Kurang lebih satu bulan lagi Lady Gaga “Irajim” akan direncanakan menggelar konser di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Namun begitu, umat Islam di Indonesia tidak bisa membiarkan penyanyi eksentrik ini berlenggang bebas di depan rakyat Indonesia dengan segala pesan yang hendak disampaikan melalui pagelaran tersebut.

Protes dan penolakan terhadap kehadiran Lady Gaga “Irajim” terus-menerus mengalir di segala lini umat Islam Indonesia.

Ahad (29/4) kemarin lusa, umat Islam Indonesia yang berdomisili di Jabodetabek menggelar aksi protes terhadap kehadiran “syaithan lady gaga irajim” tersebut.

Komunitas umat Islam yang menamakan diri Gerakan Umat Anti Maksiat (Gunam) tersebut menyuarakan penolakan terhadap kedatangan Lady Gaga Irajim karena ia hendak menyebarkan pornografi dan pornoaksi.

Juru bicara Gunam menilai bahwa Lady Gaga Irajim merupakan simbol perusak akhlak generasi muda.

Dalam hal ini, juru bicara Gunam juga mengutip sebuah berita bahwa para pendeta Kristen di Korea Selatan saja sepakat menolak kedatangan Lady Gaga Irajim.

“Malaysia, China Korea, Sudah Menolak Lady Gaga, Indonesia Wajib Tolak Konser Setan!!!” demikian tulis sebuah spanduk yang dibentangkan selama aksi tersebut.

Penolakan terhadap rencana kedatangan dan konser Lady Gaga Irajim juga datang dari Front Pembela Islam (FPI), melalui pernyataan Ketua Bidang Nahi Munkar Dewan Pengurus Pusat FPI, Akhi Munarman.

“Kehadirannya di sini memang tidak layak,” kata Akhi Munarman.

Lebih lanjut pihak FPI mempertanyakan peran pemerintah dalam upaya menjaga akhlak dan moral generasi muda Indonesia.

Akhi Munarman mengatakan bahwa pemerintah selama ini cuek terhadap kedatangan artis-artis yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya Indonesia yang kental dengan nilai-nilai ke-Islaman.

Beliau menyimpulkan bahwa pembiaran terhadap datangnya artis-artis yang dapat membawa dampak buruk bagi generasi muda ini sebagai tanda bahwa negara Indonesia ini sudah sangat liberal.

“Selama ini siapa yang bertanggungjawab terhadap masuknya artis-artis yang merusak seperti ini. Kepolisian itu hanya memberikan izin keramaian saja tetapi yang memberikan izin mereka datang ke sini tidak ada yang mengatur. Ini artinya negara sudah sangat liberal,” kata Akhi Munarman.

Penolakan terhadap Lady Gaga Irajim juga keluar dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), melalui salah satu pengurusnya KH Muhyidin Junaidi.

Ketika ditanya terkait wacana pengaturan suara adzan oleh wapres Boediono, Ustadz Muhyidin justru meminta Boediono untuk mengatur kostum Lady Gaga Irajim, daripada mengatur pengeras suara adzan di Masjid-masjid.

"Lebih baik atur Lady Gaga ketimbang azan!" tandasnya.

Tak kalah ‘sangar’ dari Ustadz Muhyidin, penolakan terhadap Lady Gaga Irajim juga datang dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat yang mengeluarkan fatwa haram menonton konser Lady Gaga Irajim.

Ketua MUI Pusat, KH. Cholil Ridwan mengecam konser Lady Gaga di Indonesia sebab konser itu bertujuan untuk merusak moralitas bangsa.

Oleh karena itu, pimpinan Pondok Pesantren Al Husnayain tersebut meminta umat Islam untuk menolak dan mengadakan aksi penolakan atas kehadiran Lady Gaga ke Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Lady Gaga Irajim hendak menggelar konser besarnya di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 3 Juni 2012 mendatang.

Telah menjadi rahasia umum di kalangan anti-freemasonry bahwa Lady Gaga Irajim adalah seorang agen freemasonry yang keberadaannya sering disebut sebagai “Boneka Illuminati.”

Selain itu, media Inggris Independent melaporkan bahwa Lady Gaga Irajim pernah ketanggor mandi darah di sebuah hotel.

Dan jika memang demikian adanya, kenapa Lady Gaga Irajim masih diperkenankan menggelar konser di Indonesia? Mari umat Islam, serukan tolak Lady Gaga Irajim. Wallahu’alam bish shawwab. (Republika/Jpnn/Hidayatullah/VigilantCitizen/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment