Fiqih Islam: Tata Cara Wudhu Yang Benar Disertai Doa Setelah Wudhu & Gambar Cara Wudhu

Gambar Cara Wudhu
Berikut adalah makalah atau materi ceramah tentang fiqih thaharah yang diambil dari buku fiqih Islam Minhajul Muslim karya Sheikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy. Silahkan menyimak semoga menambah keilmuan kita dan ketaatan kita dalam berIslam.

Oleh Sheikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy
Jika memungkinkan, hendaknya orang yang akan berwudhu meletakkan berjana di sebelah kanannya dengan diawali membaca basmallah. Setelah itu, tuangkan air ke atas kedua telapak tangannya – sambil berniat wudhu – lalu membasuhnya tiga kali.

Kemudian berkumur tiga kali, dilanjutkan dengan menghirup air dengan hidung dan menyemprotkannya tiga kali, kemudian membasuh muka dari tempat tumbuh rambut kepalanya sebagaimana biasa, sampai meluas hingga ke ujung jenggotnya.

Hal ini juga dilakukan dengan membasuh muka dari pelipis telinga yang satu sampai pelipis telinga lainnya dengan melebar. Proses membasuh muka ini semuanya dilakukan tiga kali basuhan.

Setelah itu, dilanjutkan dengan membasuh tangan kanannya sampai lengan atas tiga kali, sambil menyela-nyela jari-jari tangannya, juga membasuh tangan kirinya juga seperti itu.

Dilanjutkan dengan mengusap kepalanya satu kali usapan yang dimulai dari bagian depan kepala (ubun-ubun), dan membawa sisa air dengan kedua telapak tangannya sambil mengusap sampai ke tengkuk kepalanya, kemudian mengembalikannya ke tempat semula (depan).

Setelah itu dilanjutkan dengan engusap kedua telinganya, bagian luar dan dalam, dengan sisa air pada telapak tangannya dari bekas mengusap kepala atau mengambil air yang baru jika tidak ada sisa basah atau tetesan dari kedua telapak tangannya.

Kemudian membasuh kaki kanannya sampai kedua mata kaki, kemudian membasih kaki kirinya seperti itu juga, dilanjutkan dengan membaca doa setelah wudhu:

اشهد ان لا اله الاالله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله اللهم اجعلني من التوا بين واجعلني من المتطهرين


“Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah, tidak ada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, Ya Allah jadikanlah aku termasuk dari orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku termasuk dari orang-orang yang suka menyucikan diri.”
(HR An-Nasa’i: 1/93, dan Imam Ahmad: 3/265, dan At-TIrmidzi: 1/97).

Tata cara wudhu yang demikian ini berdasarkan sebuah riwayat bahwa Ali pernah berwudhu lalu membasuh kedua telapak tangannya hingga bersih, kemudian berkumur tiga kali dan menghirup air dengan hidungnya tiga kali, serta membasuh mukanya tiga kali, dan kedua lengannya tiga kali, dan mengusap kepalanya satu kali, kemudian membasuh kedua telapak kakinya sampai mata kaki.

Setelah itu, beliau berkata, “Aku ingin sekali memperlihatkan kepada kalian bagaimana Rasulullah berwudhu,” (HR At-Tirmidzi dalam shahihnya dan dia menshahihkannya). Wallahu’alam bish shawwab.