Ngelantur Saat Sidang, Ruhut Situmpul Tantang FUI “Duel” Single

Jakarta, Mukminun.com – Bermaksud mencari sensasi, Ruhut Poltak Situmpul laknatullah sempat ngelantur dengan membahas “anaskisme” saat rapat dengar pendapat antara Forum Umat Islam (FUI) dengan Komisi III DPR RI tentang rencana konser Lady Gaga pada Selasa (22/5).

Dalam rapat yang rencananya digelar pukul 13.00 WIB namun baru dimulai pukul 15.00 WIB tersebut, Ruhut laknatullah menuding secara tidak langsung bahwa apa yang dilakukan FUI dengan menemui DPR sebagai suatu tindakan anarkis.

“Apa pun putusan pemerintah, tolong hormati. Jangan anarkis. Itu saja. Pemerintah tegas. Ormas apa pun radikal akan dibubarkan,” ungkap Ruhut laknatullah yang didaulat sebagai pembicara terakhir dalam rapat membahas Lady Gaga namun tidak menyinggung Lady Gaga sama sekali.

Sesaat seteah ngelantur dengan membicarakan anarkisme, Ruhut langsung disambangi dua anggota FUI, Ustadz Alfian Tanjung dan Ustadz Bahtiar Nasir.

Kepada Ruhut Sitompul, Ustadz Alfian Tanjung sempat bersitegang dengan anak buah Presiden SBY ini hingga kemudian Ruhut harus diamankan oleh staf Komisi III dan petugas Pamdal ke ruang pimpinan Komisi III.

“Urusan apa dia bicara anarkis,” kata Ustadz Alfian kepada wartawan.

Sekertaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Ustadz Muhammad Al-Khaththath menilai bahwa apa yang diungkapkan Ruhut Sitompul tersebut sebagai sebuah tindakan yang bodoh.

“Ruhut anggota DPR yang bodoh dia, jadi nggak teratur bicaranya. Awalnya bicara Lady Gaga tapi tiba-tiba (bicara) anarkis. Kita nggak bicara tentang anarkis kok,” jelas Ustadz Khaththath.

Pernyataan Ustadz Khaththath sendiri didasarkan pada kenyataan bahwa FUI saat itu tidak sedang bertindak anarkis.

FUI bersedia menempuh jalur birokratis dengan menemui Komisi III DPR untuk menggalang dukungan dari DPR agar mendukung rekomendasi Polda Metro Jaya menolak ijin konser Lady Gaga.

“Dia janji pukul 13.00, kami tunggu dengan tertib sampai menjelang pukul 15.00. Kok tibatiba menyinggung-nyinggung anarkis,” tambah Ustadz Khaththath.

Selesai rapat dengar pendapat, belasan anggota FUI menunggu Ruhut Situmpul di depan pintu ruang Komisi III namun sang provokator tidak berani melewati pintu tersebut.

Keluar melewati pintu lainnya, Ruhut koar-koar di depan para wartawan, seolah menantang anggota FUI untuk berdebat satu lawan satu.

“Saya santai saja karena saya pegang tangan Tuhan. Saya mau ngomong sama dia. Kapan mau ketemu, dimana? Aku sendiri, kau sendiri, jangan saya sendiri kau sekampung. Kalau satu-satu aku siap,” celoteh Ruhut Situmpul menantang personil FUI.

FUI sendiri meminta kepada SBY agar menindak anak buahnya tersebut karena dinilai tidak layak menjadi anggota DPR.

“Poltak harus dihukum itu, tidak layak sebagai anggota DPR. Saya sarankan kepada SBY ketua Dewan pembina Demokrat hendaknya menarik Poltak karena sebagai provokator,” kata Ustadz Al-Khaththath.(Kompas/Viva/Mukminun)