10 Warga Negara Indonesia di "HUT" israel Tuai Kecaman dari Umat Islam

Jakarta, Mukminun.com – Bertempat di Gedung Konser, School of the Arts, Singapura, kedutaan besar israel laknatullah untuk Singapura menyelenggarakan hari pertama mereka menjajah tanah umat Islam Palestina.

Acara yang digelar pada Kamis (26/4) kemarin digelar dengan tajuk “Celebrating 64 Years of Independence” (Perayaan 64 Tahun Kemerdekaan), padahal acara tersebut lebih condong pada “Perayaan 64 Tahun Penjajahan (terhadap Palestina).”

Tak kurang dari ratusan hadirin datang ke acara tersebut, dan masya Allah… Ada 10 warga Indonesia yang mendatangi perayaan hari pertama israel laknatullah menjajah Palestina.

Diantara mereka yang hadir adalah politikus partai Nasional Demokrat (NasDem), Ferry Mursyidan Baldan beserta istri, dua mantan pemuda Islam, dan dua orang dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN).

israel, dalam kapasitasnya sebagai negara penjajah, dengan sangat percaya diri mengadakan acara perayaan tersebut sementara di saat yang bersamaan, umat Islam di Palestina terus-menerus meradang dengan kekejian dan kebiadaban tentara teroris israel laknatullah.

Maka tak heran jika kemudian kehadiran 10 nama warga Indonesia yang menghadiri acara tersebut menuai banyak kritikan, kecaman, dan ancaman. Berikut adalah kumpulan komentar terhadap 10 orang tersebut!

Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), yang diwakili oleh ketua umumnya, Ustadz Syuhada Bahri mengatakan bahwa mereka adalah pembangkang.

"Mereka yang datang ke undangan Israel itu orang-orang yang membangkang pada pemerintah atau bisa disebut simpatisan Israel," cetus Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia Syuhada Bahri, Senin (30/4).

"Di tengah kondisi negara yang kacau balau dan menderita, semestinya para politisi dan pengusaha tadi tidak berbuat sesuatu yang melahirkan kegoncangan di dalam negeri,"ujar Ustadz Syuhada.

Rabithah Thaliban Aceh (RTA), yang diwakili oleh Ketua Departement Riset dan Pengembangan Organisasi RTA, Ustadz Teuku Zulkhairi, menyatakan kecaman keras terhadap Ferry Musyidan Baldan yang berstatus warga Aceh, namun loyal terhadap zionis israel laknatullah.

“Kami menuntut Ferry Mursidan Baldan meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya. Karena secara tidak langsung Ferry Mursidan Baldan telah melawan negara dan menginjak-injak perasaan umat Islam sedunia yang marah atas penjajahan Israel atas Palestina,” kata Ustadz Zulkhairi.

Bahkan Ustadz Zulkhairi, atas nama RTA, akan mengkategorikan Ferry Mursyidan Baldan sebagai musuh umat Islam dan NKRI.

“Jika dia tidak meminta maaf, seterusnya kami akan mengkategorikan dia sebagai salah satu tokoh Aceh yang mendukung eksistensi penjajahan Israel atas Palestina dan akan menjadi musuh kami dan musuh NKRI,” kata Ustadz Zulkhairi.

“Apa maunya dia? Apakah dia tidak tahu kekejian Israel atas bangsa Palestina sehingga nekat mencari muka dari Israel dengan dalih dia menghadiri acara itu karena memenuhi undangan?” tutup Ustadz Zulkhairi dalam press rilisnya.

Ustadz Ferry Nur, ketua Komite Indonesia Untuk Solidaritas Palestina (KISPA), menyebut 10 warga Indonesia yang menghadiri acara tersebut sebagai orang yang tidak punya malu.

“Itu gambaran dari orang yang tidak punya malu. Saat bersamaan saudara-saudara mereka yang beriman dibunuh dan di zholimi zionis, mereka malah dengan relanya berjabat tangan menghadiri undangan HUT Israel,” ujar Ustadz Ferry Nur.

Lebih lanjut beliau menyeru kepada seluruh umat Islam yang peduli terhadap kemerdekaan Palestina dari penjajahan israel laknatullah untuk berhati-hati dan waspada terhadap manuver-manuver antek-antek zionis di Indonesia.

“Dengan adanya kejadian ini, kepada aktivis Pro Palestina merdeka agar lebih berhati-hati dan waspada dengan gerakan antek-antek zionis yang sudah makin mewujudkan identitasnya dalam berbagai keinginan-keinginan mereka, terutama dengan tanda kutip perayaan “HUT Israel.” “Sangat mengusik perasaan bangsa Indonesia yang selama ini sangat konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan anti terhadap segala bentuk penjajahan, khususnya penjajahan yang dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina,” jelasnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustadz Amidhan menyebut bahwa 10 warga Indonesia yang mendatangi acara tersebut berarti telah berkhianat terhadap Indonesia, lebih-lebih umat Islam di seluruh dunia.

"Itu mengkhianati sikap kita yang tidak mengakui Israel. Itu tentu melukai hati rakyat Palestina dan negara lain yang mendukung kemerdekaan Palestina. Karena di dalam konstitusi kita tak mendukung penjajahan. Nah Israel kan sampai sekarang masih menjajah Palestina,” kata Ustadz Amidhan.

Pengamat politik Universitas Indonesia, Iberamsjah, menilai sikap 10 warga Indonesia yang menghadiri perayaan HUT Israel sebagai ulah yang melukai perasaan umat Islam.

Kita semua tahu tindakan Israel terhadap umat Islam di Palestina khususnya tak bisa ditolerir, tindakan Israel yang tidak terpuji. Harus dan pantas dicurigai hubungan antara Partai Nasdem dengan Israel. Jangan-jangan biaya yang digunakan oleh Partai Nasdem selama ini berasal dari bankir-bankir Yahudi Israel, karena Partai Nasdem ini termasuk partai yang memiliki biaya besar dan tempo yang cepat,” tutur Iberamsjah.

Ada pula Kiai Hasyim Muzadi, salah satu tokoh kharismatik Nahdatul Ulama (NU) ini justru secara tegas berani menolak memenuhi undangan Kedubes Israel di Singapura untuk mendatangi perayaan “HUT Israel” tersebut.

“Saya juga dapat undangan untuk datang ke perayaan itu, tapi saya tidak datang. Jika memenuhi undangan berarti bertentangan dengan kepentingan kaum muslimin dan mukaddimah UUD 1945 yang anti penjajahan,” ujar beliau. Wallahu’alam bish shawwab. (Republika/Merdeka/Arrahmah/SuaraIslam/Mukminun).

0 komentar:

Post a Comment