Nah Lo...! Polresta Solo Bilang Bukan Umat Islam Yang Picu Bentrok Solo

Solo, Mukminun.com – Kapolresta Surakarta (Solo), Komber Pol. Asjima’in akhirnya membeberkan kepada publik bahwa pemicu “bentrok” Gandekan, Solo, bukanlah akibat ulah umat Islam yang melakukan sweeping.

Hal ini mematahkan pemberitaan media-media mainstream yang cenderung memojokkan umat Islam dengan mengekspos besar-besaran bahwa ratusan umat Islam menggeruduk Kampung Gandekan untuk memulai bentrokan dengan warga.

Menurut Asjima’in, kepolisian memang mempersilahkan umat Islam di Solo Raya dan umat Islam minoritas di Kampung Gandekan untuk unjuk kekuatan di Solo agar tidak terjadi kedzhaliman yang lebih parah terhadap umat Islam.

“Jadi bukan sweeping, namun show of force. Dan akan jatuh korban lebih banyak lagi apabila mereka dicegah,” jelas Asjima’in.

Keputusan Polresta Solo untuk mengijinkan umat Islam minoritas di Gandekan dan Solo Raya untuk Show of Force bukan diambil sepihak, melainkan telah ada diskusi mendalam dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

Dalam diskusi tersebut, terjadilah kesepakatan antara umat Islam, ormas, MUI, dan Polresta Solo, bahwa massa umat Islam yang ‘menggeruduk’ Kampung Gandekan tidak akan berlaku anarkis.

“Dalam pertimbangan kami dan sepakat untuk memperbolehkan kelompok massa itu melakukan show of force merupakan pilihan terbaik,” imbuh Asjima’in.

Polresta Solo sendiri telah menghimbau warga Kampung Gandekan dan Kampung Sewu yang letaknya berseberangan, untuk tidak keluar rumah saat umat Islam unjuk kekuatan.

“Saat itu polisi kemudian menyuruh semua warga Gandekan agar masuk rumah dan tidak bergerombol,” ungkap Asjima’in.

Namun sayang, ada saja ulah dari gembong preman Kristen radikal Iwan Walet yang memprovokasi warga untuk melempari batu dan bom molotov ke arah umat Islam yang sedang unjuk kekuatan.

“Namun, menurut dia masih saja ada warga yang memancing emosi kelompok tersebut dengan cara melempari,” ungkapnya lebih lanjut.

Dengan pernyataan tersebut, Kapolresta menyangkal pihaknya kecolongan dan melakukan pembiaran kepada kelompok ormas Islam, sebab prosedur sudah dilakukan bertahap dan tertata. (FAI/Mukminun)

Baca juga:
Tiga Umat Islam Dikeroyok Preman Kristen Radikal Di Gandekan, Solo


Tersangka Insiden "Bentrok" Solo

1 komentar: