Satu Aktivis Muslim Gugur Saat Melerai Bentrokan Warga

Bogor, Mukminun.com – Seorang aktivis nahi munkar bernama Mustafa menghembuskan akhirnya menjemput syahid (insyallah) saat ia bersama rekan-rekannya di Front Pembela Islam (FPI) sedang melerai bentrokan warga.

Kejadian tersebut terjadi sangat cepat di Jalan Raya Tajur, Warung Pala, Kampung Anyar, Keluarahan Muliasari, Bogor Selatan, pada Ahad (06/5) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

Cerita bermula ketika Mustafa bersama rekan-rekannya di FPI dalam perjalanan pulang menuju Ciawi setelah menghadiri pengajian dan koordinasi di desa Cibanon, Sukaraja, Jawa Barat, pada pukul 23.30 WIB.

Dalam pertemuan tersebut, Mustafa rahimahullah bersama Ketua FPI Cipayung H Muhammad Zein dan puluhan anggota FPI sedang membahas masalah penyerangan terhadap markas FPI di Sukaraja.

Segera setelah pertemuan tersebut, iring-iringan FPI yang terdiri dari beberapa mobil dan motor melintasi Jalan Raya Tajur menemui dua kelompok warga desa (ada yang menyebut pula geng motor) sedang terlibat bentrok satu sama lain.

Ratusan anggota FPI yang melewati daerah tersebut tidak bisa tinggal diam, sehingga terbesit niat untuk melerai bentrokan.

Namun naas, ternyata dua kubu yang berseteru tersebut tidak mau ada kelompok lain yang ikut campur dalam urusan mereka.

“Kami mencoba melerai tapi mereka tidak terima, saat kami akan pergi meninggalkan lokasi. Tiba-tiba rekan kami Mustofa sudah jatuh dari motor dengan kondisi bersimbah darah,” tutur Mubarok, rekan Mustafa rahimahullah.

Tak ayal lagi bahwa luka yang diderita Mustafa rahimahullah sangat parah dengan wajah penuh darah dan hidung yang terus menerus mengeluarkan darah.

"Lukanya cukup parah, bekas tusukan ada di pinggang, leher dan wajahnya juga penuh darah, hidungnya juga mengeluarkan darah," kata Mubarok.

Mustafa rahimahullah sempat dilarikan ke RSUD Ciawi, sesaat setelah ia diketemukan oleh rekannya sedang tersungkur dari sepeda motornya.

Kepolisian setempat menuturkan bahwa pihaknya sedang berusaha mencari pembacok Mustafa rahimahullah, sedangkan motif pembunuhan adalah korban hendak melerai tawuran namun justru menjadi korban.

"Kita masih melakukan penyelidikan, sejumlah saksi sudah kita periksa dan beberapa barang bukti sudah kita amankan. Motif sementara korban menjadi korban tawuran saat hendak melerai aksi tersebut," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Iman Imanuddin.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Lembaga Ekonomi FPI Jawa Barat, Ustadz Yusron RA, atas nama FPI Jabar meminta polisi untuk mengusut tuntas aksi kekerasan terhadap anggota aktivis Islam yang berakibat pada gugurnya seorang laskar FPI Bogor.

"Aparat kepolisian harus menindak tegas aksi kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Aksi premanisme harus diberantas," kata Ustadz Yusron RA.

Jenazah Mustafa rahimahullah kini telah disemayamkan di daerah Cipayung, Puncak, Bogor, meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkannya.

Selamat jalan Akhi Mustafa. Semoga Allah merahmatimu dengan surga yang engkau idam-idamkan selama ini. Aamiin. (Antara/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment