Majelis Mujahidin Indonesia Tampik Fitnah Tentang Pemukulan Di LkiS

Yogyakarta, Mukminun.com – Menjawab propaganda yang disebarkan oleh para liberalis LkiS melalui media-media sekuler, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) menyatakan bahwa itu semua bohong.

Sebagaimana diberitakan oleh media-media sekuler, telah terjadi pemukulan oleh anggota MMI terhadap panitia penyelenggara doktrinisasi feminisme dan liberalisme ala Irshad Manji di kantor penerbit LkiS pada Rabu (09/5) kemarin.

Melalui Ketua Lajnah Tanfiziyah MMI, Ustadz Irfan S Awwas, menyebut bahwa media-media sekuler dan liberalis LkiS telah menyebarkan kebohongan kepada publik.

“Jadi peristiwa tadi malam (Rabu 09/5) tentang pemukulan itu mereka berbohong,” kata beliau.

Selain itu, MMI juga mempersilahkan pemeluk agama liberal yang menjadi panitia doktrinisasi Irshad Manji untuk melaporkan anggota MMI yang difitnah melakukan pemukulan.

“Silahkan membuktikan ada nggak anggota MMI yang memukul? Karena yang hadir adalah seluruh ormas di Jogja dan masyarakat sekita,” tantang beliau.

Menurut beliau, tantangan tersebut ia sampaikan karena apa yang terjadi di kantor LkiS Rabu (09/5) malam merupakan aksi gabungan ormas-ormas Islam dengan dukungan penuh dari masyarakat sekitar yang resah dengan aktivitas penerbit buku-buku liberal tersebut.

“Tindakan MMI untuk membubarkan acara tersebut adalah permintaan masyarakat sekitar yang resah karena mereka sering mengadakan rapat-rapat tertutup mengundang orang asing dan bencong,” tutur Ustadz Awwas.

Selain itu, tambah beliau, apa yang dilakukan oleh LkiS dengan mengundang Irshad Manji merupakan sebuah bentuk kenekatan dari penerbit LkiS karena di hari yang sama, dua instansi besar di Jogja juga menolak Irshad Manji, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalihaga.

“UGM dan IAIN (sekarang UIN) sudah melarang LkiS saja yang tetap mengadakan, bahkan polisi juga sudah melarang, dan tidak memberikan mereka izin, tapi mereka masih bandel saja,” tegas beliau.

Pernyataan Ustadz Irfan S Awwas diperkuat dengan kesaksian Ketua RT dimana kantor penerbit LkiS berada.

Sesaat setelah pemberitaan mengenai dibubarkannya doktrinisasi feminisme dan liberalisme ala Irshad Manji di kantor LkiS, ketua RT setempat Arif SM mengatakan bahwa beliau tidak menerima ijin pengadaan acara dari penerbit tersebut.

Padahal beliau sering mendapat surat ijin pemberitahuan pengadaan beberapa acara, namun tidak untuk penyelenggaraan acara Irshad Manji.

"Biasanya dari LKiS selalu mengirim surat beserta undangan untuk saya dan warga," ungkap Arif.

Sultan HB X Yogyakarta pun sebenarnya sudah mewanti-wanti agar setiap pegelaran yang diadakan di Yogyakarta hendaknya tidak menimbulkan keresahan di masyarakat, termasuk pegelaran diskusi Irshad Manji yang ternyata banyak menimbulkan penolakan dari masyarakat.

"Apa artinya diskusi yang hanya membahas isu yang dampaknya akan menimbulkan keresahan pada masyarakat," kata Sultan HB X.

Lantas sekarang, masihkan anda berani ke Indonesia lagi, Manji? (Arrahmah/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment