Jiaah…! Densus 88 Salah Tangkap, Ternyata Tukang Parkir, Bukan “Teroris”

Solo, Mukminun.com – Densus 88 akhirnya melepaskan Teguh Wiyono, 24, karena tidak cukup bukti untuk menjerat sang tukang parkir Pasar Legi Solo ini dengan kasus terorisme.

Teguh Wiyono, warga Gunungan, Kelurahan Giriroto, Kec. Ngemplak, Boyolali, ini diantar pulang oleh tiga anggota Densus 88 ke kediamannya dengan sebuah minibus hitam langsung dari Mako Brimob di Depok, Jawa Barat.

Teguh sendiri ditangkap pada Jumat (11/5) ketika ia sedang bekerja menata sepeda motor dan mobil para pengunjung Pasar Legi Solo, dan sempat ditahan hingga Rabu (16/5).

Dalam rentang pemeriksaan yang memakan waktu kurang lebih 7x24 jam tersebut, Teguh dinyatakan tidak cukup bukti sebagaimana dalam surat penangkapan SP.Kap/21/V/2012/Densus yang ditandatangani oleh Kadensus Anti Teror Polri Brigjen H.M. Syafi’i pada tanggal 10 Mei 2012.

Teguh Wiyono, oleh Densus 88, diduga memiliki andil dalam beberapa aksi bom bunuh diri di Masjid Cirebon dan bom Gereja Kepunthon Solo.

Sehubungan dengan pembebasan Teguh, kakak sang tukang parkir ini meminta Densus 88 memiliki itikad baik untuk mengembalikan nama baik adiknya tersebut.

“Keluarga Teguh Wiyono akan minta dikembalikan nama baiknya karena salah tangkap yang dilakukan oleh Densus 88,” kata Sriyanto, kakak Teguh Wiyono.

Lebih lanjut, Sriyanto yang mewakili pihak keluarga, mengaku tidak menuntut apa=apa dari Polri melainkan kepolisian RI harus berupaya mengembalikan nama baik keluarganya yang sempat dicap sebagai keluarga teroris oleh masyarakat.

Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) yang turut serta mendampingi Sriyanto dan Teguh Wiyono mengungkapkan tiga hal penting yang harus diambil dalam menyikapi penangkapan para ‘terduga’ teroris seperti Teguh ini.

1. Dalam kasus apapun, termasuk teorisme mestinya Polri tetap mengedepankan azas Praduga tak bersalah dan menjunjung tinggi nilai-nilai HAM.

2. Polri dalam hal ini Densus 88, mestinya memperbaiki teknik introgasi yang lebih beradab dan manusiawi. Dalam kasus ini Sejak hari Jumat-Rabu, 11-16 Mei 2012 Teguh dalam keadaan Mata tertutup, kaki dan tangan di borgol serta mengalami pemukulan di bagian tangan dan kepala.

3. Mestinya ada rehabilitasi nama baik dan kompensasi dari Polri atas kesalahan penangkapan ini. Wallahu’alam bish shawwab. (Antara/Arrahmah/Mukminun)