Alhamdulilah Ya...? Umat Islam Di Solo, Jakarta Tolak "Lesbong" Irshad Manji

Solo, Mukminun.com – Bertempat di Gallery Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, seorang lesbian (penyuka sesama wanita) bernama Irshad Manji menggelar peluncuran buku “Allah, Liberty, dan Love.”

Acara yang diadakan mulai pukul 19.00 WIB pada Jumat (04/05) itu pun juga dihadiri oleh Goenawan Mohamad, seorang penganut islam liberal dan juga pendiri Group Tempo.

Turut hadir pula dalam “kajian ilmiah” tersebut adalah Ulil Abshar Abdala, gembong Jaringan Islam Liberal (JIL), yang kini juga menjadi politisi partai Demokrat.

Baru 20 menit acara berlangsung, sontak terdengar keributan dari liar ruangan yang ternyata telah terdapat puluhan aktivis dakwah Islam yang ‘tidak menginginkan ada komunitas lesbi dan homo di daerahnya.

“"Kami tidak ingin ada komunitas lesbi dan gay di sini. Mengkampanyekan lesbi dan homo atas nama agama. Kita tidak peduli, kita akan serang kalau bawa agama Islam. Apalagi ini daerah saya. Saya tidak ingin dikotori komunitas itu," ungkap seorang tokoh FPI DKI Jakarta, Habib Novel.

Pihak kepolisian setempat yang berjaga dilokasi kemudian mencoba menengahi kedua belah pihak dengan mempertemukan perwakilan umat Islam tersebut dengan panitia acara peluncuran buku lesbong Irshad Manji tersebut.

Pihak FPI, FBR, dan warga Muslim sekitar sendiri enggan meninggalkan lokasi peluncuran buku jika ratu lesbian Irshad Manji tersebut tidak juga keluar dari Gallery Salihara.

"Irsyad Manji tokoh lesbi dari Kanada kita minta supaya keluar dari tempat ini, baru kami pergi," teriak Habib Novel.

Penolakan terhadap gembong “Islam” liberal dan lesbian Irshad Manji di Jakarta pada Jumat malam tersebut merupakan yang kedua, setelah pada Kamis (03/05), rencana peluncuran buku penghina Islam tersebut juga dibatalkan di Solo.

Menurut rencana, peluncuran buku yang mengkampanyekan pernikahan sesama jenis itu akan digelar di Balai Soedjatmoko, Gramedia Kota Solo pada Selasa (08/05) mendatang.

Namun belum juga terlaksana, umat Islam di Solo Raya, diwakili oleh Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) meminta pihak pengelola Balai Soedjatmoko untuk membatalkan rencana tersebut.

Pihak pengelola Balai Soedjatmoko, Hari Budioyono, dalam suatu konferensi press mengatakan hal tersebut.

“Acara Irshad Manji di Balai Soejatmoko Gramedia Solo dibatalkan,” kata Hari.

Pembatal tersebut, tambah Hari, setelah pengelola Balai Soedjatmoko mendapat Surat Pemberitahuan dari LUIS pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB.

Pihak pengelola gedung pun segera melakukan pemberitahuan kepada pihak panitia pusat di Jakarta (EO bernama Renebook) dan panitia Jakarta pun segera membatalkan acara tersebut.

Ketua LUIS menyatakan bahwa pemerintah seharusnya mempunyai andil besar untuk mencegah dan menangkal kedatangan orang-orang yang membawa pemahaman menyimpang semacam Manji.

“Apa yang menjadi perilaku Irshad Manji dan pemahamannya sebagaimana dalam buku-bukunya, mestinya pemerintah Indonesia melarang Irshad Manji datang ke Indonesia. Sebagai penganut dan melakukan praktik hubungan sesama jenis, jika pada zaman Nabi saw pelakunya bisa dibunuh. Ia akan tetap menolak Irshad Manji dan siapapun yang seperti Irshad Manji jika datang ke Solo”, Ungkap Edi Lukito.

Sementara itu, salah seorang dari pihak Gramedia Solo mengatakan bahwa buku-buku Irshad Manji sudah dilarang di Jawa Tengah dan DIY. (Arrahmah/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment