Irshad Manji Sebarkan Doktrin Feminisme, Liberalisme Di Kantor AJI

Jakarta, Mukminun.com – Sabtu (05/5) malam, tepat mulai pukul 19:45 WIB, Irshad Manji dan antek-antek “Islam” liberal akhirnya menggelar “diskusi” di kantor Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI).

“Diskusi” (baca: doktrinisasi paham feminisme dan liberalisme) yang diselenggarakan di Jalan Kalibara Timur, Jakarta Selatan, malam itu dibalut dengan topik “profesionalisme” jurnalis dalam meliput hal-hal yang berbau keagamaan.

Turut hadir pula dalam “doktrinisasi” paham feminisme dan liberalisme tersebut antara lain dosen Universitas Paramadhina Novrianto Kahar dan wartawan TheJakartaPost, Endi Bayuri

Sontak umat Islam merasa kecolongan dengan digelarnya acara tersebut karena pada hari sebelumnya, Jumat (04/5), acara serupa telah berhasil digagalkan atas desakan umat Islam di sekitar Gedung Teater Salihara dan juga kepolisian setempat.

Kali ini pun umat Islam beserta Front Pembela Islam (FPI) dibawah pimpinan Habib Novel tidak bisa merangsek masuk ke kantor AJI karena ternyata acara tersebut terselenggara atas bantuan keamanan dari 50-an anggota Banser.

Umat Islam yang resah dengan paham feminisme dan liberalisme ala Irshad Manji kemudian hanya bisa memonitor acara tersebut dari jarak 50 meter di luar Kantor Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI).

"Kita sekitar 50 orang, sikap kita tetap minta pihak imigrasi segera mengusir karena dia menyalahi izin sebagai wisawatawan ternyata menyebarkan kesesatan agama," kecam Sekretaris FPI DKI Jakarta, Habib Noval.

Beberapa simpatisan FPI pun hanya bisa berpawai kendaraan bermotor di sekitar kantor dengan harapan bahwa sang pengusung budaya lesbian itu segera pergi dari Indonesia pada umumnya, dan dari Jakarta pada khususnya.

"Kalau misal pemerintah tidak segera bertindak maka kami akan bertindak. Buku yang diciptakannya itu mengajarkan kita untuk mencintai sesama jenis dan itu menyesatkan, kami sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menindak Manji," ungkap Habib Novel.

Setelah berlangsung selama kurang lebih satu jam, “doktrinisasi” paham liberalisme dan feminisme itu berakhir dan alhamdulilah, bahwa Irshad Manji langsung dijemput oleh pihak berwajib (polisi).

Sang lesbian yang berasal dari keluarga Muslim di Kanada ini kemudian digandeng oleh Kapolres Jakarta Selatan dengan sebuah mini bus yang dipakai oleh Irshad Manji.

"Manji dijemput Kapolres Jakarta Selatan. Keduanya naik mobil yang dipakai Manji, Innova. Tadi selesai diskusi Manji langsung digandeng Kapolres Jakarta Selatan," kata Umar Idris, Ketua AJI Jakarta.

Manji laknatullah adalah seorang penulis dengan spesialisasi topik reformasi penafsiran Islam dimana dalam bukunya “The Trouble with Islam Today” ia mengungkapkan kemuakannya dengan Islam yang menurutnya terlalu “ke-arab-araban.”

Dalam buku terbarunya, “Allah, Liberty, and Love,” Manji laknatullah mengungkapkan bahwa inti ajaran Islam menurut versinya adalah ajaran yang berdasarkan pada “moralitas,” bukan Quran dan Sunnah.

Ia kemudian dikenal sebagai tokoh feminisme internasional karena banyak artikel-artikel yang ia buat selalu menyuarakan kesetaraan jender bagi wanita terhadap pria dalam segala hal.

Oleh karena itu pula ia kemudian dianugerahi oleh majalah Ms Magazine sebagai tokoh “Feminisme Abad 21.”

Keberadaannya di Indonesia akhir-akhir ini adalah untuk meluncurkan buku terbarunya yang berjudul “Allah, Liberty, and Love” yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Rencana peluncuran buku tersebut kiranya akan digelar di Kota Solo pada 8 Mei mendatang di Balai Soedjatmiko, Gramedia Slamet Riyadi, namun atas desakan umat Islam, pihak pengelola Gedung Soedjatmoko tidak mengijinkan acara tersebut digelar.



Menurut pihak Gramedia Slamet Riyadi sendiri, buku-buku karangan Irshad Manji laknatullah ternyata telah dilarang beredar di semua toko buku di kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Jumat (04/5) kemarin, polisi didukung umat Islam di Jakarta berhasil membubarkan kegiatan doktrinisasi paham liberalisme dan feminisme ala Irshad Manji di Gedung Teater Salihara. (baca info selengkapnya disini)

Semoga umat Islam di tempat-tempat lain bisa lebih waspada terhadap kehadiran Irshad Manji laknatullah demi terjaganya aqidah dan akhlak umat Islam di Indonesia. Wallahu’alam bish shawwab. (Detik/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment