Insyallah, Masjid Terbesar Ketiga Di Dunia Segera Dibangun

Al-Jazair, Mukminun.com – Sekelompok pekerja bangunan di Al-Jazair kini sedang disibukkan dengan rencana pembangunan sebuah Masjid yang digadang-gadang sebagai Masjid Terbesar Ketiga di dunia setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Segudang uang pun telah disiapkan untuk membangun masjid ini yang konon menelan biaya sebesar 1 milyar Euro.

Muncul sebagai rekanan kerja dalam proyek pembangunan masjid yang akan dibangun di kawasan Mohamadia, Al-Jazair timur ini adalah sebuah perusahaan konstruksi asal Cina bernama The China State Construction Engineering Corporation (CSCEC).

Proyek pembangunan masjid ini insyallah akan selesai pada 2015 dengan jumlah pekerja mencapai 17,000 orang.

Peletakan batu pertama pun telah dilakukan oleh Menteri Urusan Agama Al-Jazair Bouabdallah Ghlamallah dan duta besar Cina untuk Al-Jazair Liu Yuhe.

Menyikapi dimulainya pembangunan masjid tersebut, sang menteri menilai bahwa masjid tersebut sebagai tempat ibadah umat Islam, juga menandakan persahabatan antara Al-Jazair dengan Cina atau yang biasa disebut dengan Sino-Algerian Relations.

Masjid ini pun dirancang sedemikian rupa hingga digadang-gadang akan menjadi satu-satunya masjid dengan menara tertinggi di seantero Afrika, dengan ketinggian mencapai 270 meter atau setara dengan menara Eiffel di Paris, Perancis.

Layaknya sebuah gedung pencakar langit, menara masjid tersebut akan dibangun dengan 25 lantai yang dilengkapi dengan delapan elevator.

Daya tampun masjid ini pun tak kepalang besarnya, yakni mampu menampung 120,000 jamaah dalam satu waktu.

Selain itu, masjid ini pun akan dilengkapi dengan sebuah perpustakaan yang berkapasitas 2,000 kursi, disertai sebuah museum seni dan pusat studi Islam di dalamnya.

Al-Jazair sendiri tercatat memiliki tiga masjid besar yang telah dibangun sebelumnya, yakni Masjid Djamaa el-Kabir yang dibangun pada abad 11 Masehi, Masjid Djamaa el-Djedid yang dibangun pada tahun 1660 Masehi, dan Masjid Ketchaoua yang dibangun pada masa khilafah Turki Utsmani di abad 17 Masehi. Wallahu’alam bish shawwab. (NowLebanon/Mukminun)