Gini Lho…! Pemerintah Malaysia Tegas Tolak Irshad Manji

Kuala Lumpur, Mukminun.com – Pemerintah Malaysia secara tegas tidak akan mengijinkan setiap kegiatan yang melibatkan Irshad Manji; meski begitu, dua jadwal diskusi Irshad Manji mungkin akan tetap berjalan.

Pernyataan tersebut keluar dari Datuk Seri Jamil Khir Baharom pada Sabtu (19/5) pagi, dengan berdasarkan pada kenyataan bahwa Irshad Manji adalah seorang penulis lesbian yang telah menuai kontroversi selama kunjungannya untuk meluncurkan bukunya “Allah, Liberty, and Love.”

Menteri Urusan Islam Malaysia ngotot bahwa Departemen Pengembangan Islam dan Menteri dalam Negeri tidak akan mengijinkan semua kegiatan Irshad Manji dengan beralaskan bahwa cara hidup “lesbian, gay, bisexual, dan transgender (LGBT) tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di Malaysia.

Salam satu menteri Malaysia mengutip pernyataan dalam Pasal 3 Ayat 1 dari konstitusi Malaysia yang menyebutkan bahwa Islam adalah agama resmi di Malaysia.

“Pemerintah memandang serius ideologi yang dibawa Irshad Manji dan implikasinya terhadap umat Islam di sini,” ungkap Datuk Khir Baharom seperti dikutip oleh kantor berita Bernama.

Menindaklanjuti sikap tegas pemerintah Malaysia dalam menolak kehadiran Irshad Manji, panitia yang semula akan menyelenggarakan doktrinisasi feminisme dan liberalisme ala Irshad Manji akhirnya mengurungkan niat.

Meski begitu, Irshad Manji sendiri ternyata dijadwalkan akan tetap mengisi suatu acara doktrinisasi pada pukul 2 siang ini di Kuala Lumpur.

Kamis (18/5) lalu Irshad Manji mengumumkan pembatalan semua acara “dotrinisasi feminisme dan liberalisme” yang telah ia rencanakan jauh-jauh hari, namun ia ngotot tetap menyelenggarakan satu pertemuan di Kuala Lumpur dan satu lagi di Selangor Chinese Assembly Hall.

Selain itu, ia juga mendapat tekanan serius dari umat Islam di Selangor, Malaysia, yang diwakili oleh Departemen Keagamaan Islam yang mengeluarkan pelarangan bagi Irshad Manji untuk koar-koar di Monash University.

Buku Irshad Manji “The Trouble With Islam Today” sebenarnya juga telah dilarang beredar di Malaysia.

Namun yang lebih aneh lagi adalah fakta bahwa penerbit buku Irshad Manji ternyata dimiliki oleh anak dari mantan menteri Malaysia Datuk Zaid Ibrahim bernama Ezra.

Kini Ezra dilaporkan telah memiliki jadwal-jadwal baru bagi “diskusi” Irshad Manji yang kiranya akan ditempatkan di Kuala Lumpur dan di Selangor Chinese Assembly Hall siang ini. Wallahu’alam bish shawwab. (MalaysianInsider/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment