Tiru Indonesia, Penyelam Saudi Shalat Dzuhur Di Bawah Laut

Saudi, Mukminun.com – Sekelompok penyelam swasta asal Saudi Arabia mengklaim telah membangun sebuah “Masjid” di dasar laut, di perairan Kota Tabuk, perbatasan Jordania.

Bangunan Masjid bawah laut itu sendiri tidak terbuat dari semen dan batu bata melainkan menggunakan pipa plastik yang diisi dengan pasir.

Selanjutnya pipa yang berisi pasir tersebut dibentuk menyerupai pondasi sebuah Masjid tanpa dinding.

Ide membuat “Masjid” di bawah laut tersebut datang dari seorang penyelam pada akhir Desember 2011 silam, dan baru terlaksana Mei 2012 ini.

“salah satu kolega kami datang dengan ide ini musim panas tahun lalu dan kami memutuskan untuk menjalankannya,” kata seorang penyelam Hamadan bin Salim Al Masoudi.

Tidak hanya membangun “Masjid” di bawah laut, para penyelam ini juga kemudian melaksanakan shalat Dzuhur secara berjamaah di Masjid yang baru saja selesai mereka bangun.

“Kami baru saja menyelesaikan konstruksi masjid tersebut... ketika kami memulai polesan terakhir, telah masuk waktu shalat dzuhur, jadi kami melaksanakan shalat berjamaah di dalam air pertama kali dalam sejarah,” kata Hamadan lebih lanjut.

Shalat Dzuhur di Bawah Air | Photo by: 108csr
Klaim Hamadan sendiri sebenarnya pantas dipertanyakan karena tepat pada tanggal 5 Februari 2012 yang lalu, sekelompok penyelam dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan penyelam Muslim Indonesia juga pernah menjalankan shalat Dzuhur berjamaah di dasar perairan Ternate.

Shalat Dzuhur di bawah air yang ada di Indonesia sendiri digelar dalam rangka meramaikan Festival Al-Munawar dengan diikuti oleh TNI-AL, serta komunitas penyelam Ternate, Maluku Utara.

Dalam shalat Dzuhur berjamaah di Indonesia, muncul sebagai imam shalat adalah Dr Wahda. Wallahu’alam bish shawwab. (Emirates24/7/Mukminun)

1 komentar: