Dikhianati Pakistan, Munafik Shakeel Afridi Diancam Hukum Mati Oleh Mujahidin

Islamabad, Mukminun.com – Sekelompok Mujahidin Lashkar-e-Islam dalam sebuah persidangan di Pakistan mengaku tidak mengenal Shakeel Afridi Laknatullah, seorang munafik yang membocorkan informasi kepada AS mengenai keberadaan Sheikh Usamah Bin Ladin.

Lebih lanjut, para Mujahidin yang sedang menjalani pengadilan thagut pemerintah Pakistan pada Rabu (30/5) tersebut juga mengancam akan membunuh Shakeel Afridi karena telah melanggar salah satu prinsip aqidah Islam, al-wala’ wal bara’, yakni dengan loyal kepada CIA dengan memberitahukan keberadaan Sheikh Usamah Bin Ladin.

Shakeel Afridi Laknatullah sendiri sebelumnya telah divonis penjara selama 33 tahun oleh pengadilan Pakistan dengan dakwaan ‘pengkhianatan’ kepada negara, yakni dengan bergabung kepada kelompok Mujahidin dalam menjalankan misi yang ‘diamanatkan’ oleh lembaga inteijen AS, CIA. (baca informasi selengkapnya disini)

Shakeel Afridi laknatullah ditangkap beberapa pekan setelah Sheikh Usamah Bin Ladin menemui syahid (insyallah) pada Mei 2011 dalam sebuah serangan yang dilancarkan oleh militer AS tanpa sepengetahuan pemerintah Pakistan.

Lashkar-e-Islam, yang dipimpin oleh seorang amir bernama Mangal Bagh, merupakan sebuah kelompok Mujahidin yang bermarkas di daerah Khyber, tempat dimana Shakeel Afridi laknatullah bekerja untuk CIA dengan berpura-pura ikut berjihad bersama para Mujahidin.

Oleh pengadilan Pakistan, sang munafik ini tidak mendapat pembelaan sama sekali, justru ia didakwa dengan dakwaan memiliki ‘hubungan erat’ dengan kelompok Mujahidin, dan “cintanya” kepada Amir Mangal Bagh merupakan sebuah ‘rahasia umum.’

Sontak dakwaan tersebut ditolak oleh para Mujahidin yang saat itu sedang menjalani sidang dengan mengatakan bahwa mereka (para Mujahidin) tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan sang munafik Shakeel Afridi.

“Kami tidak memiliki keterkaitan dengan orang yang tak punya malu seperti itu. Jika kami melihat dia, ami akan lumat ia hidup-hidup,” kata seorang komandan Jihad Lashkar-e-Islam bernama Ghazi Hussain.

Lebih lanjut Ghazi Hussain hafidzhahullah menyebut Shakeel Afridi laknatullah sebagai seorang “pengkhianat”, musuh bagi Pakistan dan umat Islam.

“Kapan pun dan dimana pun kami punya kesempatan untuk membunuh dia, kami akan (bunuh dia). Jika kami mampu, kami bahkan akan membunuh ia di dalam penjara,” janji Ghazi Hussain Hafidzhahullah.

Kelompok Mujahidin lainnya juga mengeluarkan fatwa hukuman mati bagi sang munafik Shakeel Afridi.

Ehsanullah Ehsan Hafidzhahullah melalui percakapan telepon dengan AFP mengatakan bahwa Shakeel Afridi, meski telah dipenjara, kini menempati daftar teratas target para Mujahidin.

“Dia kini di puncak daftar kami. Kami akan pancung ia jadi beberapa bagian kapan dan dimana kami mampu menjangkaunya,” ungkap Ehsanullah Ehsan Hafidzhahullah.

“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknati mereka; dan bagi mereka azab yang kekal,” (At-Taubah: 66-67). (Gulfnews/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment