Bagi AS, Bunuh Orang Dengan Pesawat Tanpa Awak Hanya Seperti Main-Main

Yaman, Mukminun.com – Pemerintahan Obama kini kian santer disorot media atas kebiadabannya menggunakan pesawat tanpa awak, atau biasa disebut Drone, untuk membunuh warga sipil di Yaman.

Washington sendiri semakin gencar menggunakan Drone di Yaman sejak Abdrabuh Mansur Hadi mengambil alih tampuk kekuasaan pada Februari silam.

Penggunaan pesawat tanpa awak sendiri ternyata telah mendapat lampu hijau dari sang presiden teroris dunia Barrack Obama.

Pada 26 April lalu Obama memberikan ijin kepada David Petraeus untuk meningkatkan serangan lewat Drone di Yaman sehingga jumlah korban dari warga sipil tak bisa lagi dihindari.

Meski begitu, AS masih bisa berkilah atas tudingan pembantaian warga sipil yang ditujukan kepada mereka dengan alasan bahwa semua warga Yaman memiliki senjata sehingga mereka kesulitan untuk membedakan mana warga sipil, mana Mujahidin.

Mengenai penggunaan pesawat tanpa awak (Drone) oleh AS di Yaman, aktivis Gerakan Solidaritas Palang Merah dan Bulan Sabit Mark Glenn menilai bahwa aksi AS tersebut merupakan salah satu cara AS mencoba “mainan” barunya.

“Ini adalah cara militer AS mencoba mainan barunya. Iya atau tidak drone itu efektif, iya atau tidak drone itu perlu,” ungkap Glenn kepada PressTV.

Lebih lanjut Glenn juga menilai bahwa apa yang dilakukan oleh AS di Yaman merupakan sebuah eksperimen perang, layaknya eksperimen zat-zat kimia di sebuah laboratorium.

“Saya pikir ini (Yaman) itu sebuah laboratorium raksasa, dalam kaitannya dengan kemiliteran AS untuk mencoba senjata-senjata tersebut untuk mendemonstrasikan efektivitasnya sehingga akan laku di pasaran,” imbuh Glenn.

Dari apa yang diutarakan oleh Glen kemudian dapat disimpulkan bahwa apa yang dilakukan AS selama ini di Yaman, Iraq, Afghanista, dan Pakistan, merupakan upaya untuk menjual produk-produk militer mereka kepada dunia. Wallahu’alam bish shawwab. (Presstv/Mukminun)