Islam Makin Pesat, Kristen Protestan Justru Semakin Berkurang Di AS

Washington, Mukminun.com – Data sensus terkini dari Association of Statisticians of American Religious Bodies mengungkap fakta yang mencengangkan, dimana Islam ternyata agama yang paling cepat berkembang di Amerika Serikat.

Dalam laporan yang dilansir pada Selasa (01/5) tersebut dinyatakan bahwa pada tahun 2000, di seantero AS hanya terdapat 1.200 Masjid, dan survei terkini pada tahun 2012 ini menyebutkan bahwa telah ada 2.106 Masjid di seantero AS.

Hal ini berarti bahwa terdapat 906 Masjid baru di AS selama 12 tahun terakhir, atau rata-rata 75 Masjid baru dibangun di AS tiap tahun.

Fakta yang lebih mencengangkan lagi adalah bahwa Masjid-masjid tersebut tidak pernah sepi dari kegiatan atau terlantar kosong dari berbagai macam aktivitas dakwah menyeru pada Islam.

Kiranya hal inilah yang menyebabkan terjadinya lonjakan signifikan terhadap jumlah umat Islam di AS yang pada tahun 2012 ini mencapai angka 2,6 juta.

Dari angka 2,6 juta umat Islam di AS tersebut, terjadi lonjakan sebesar sebesar 66,7 persen (1 juta orang) dari angka yang diperoleh tahun 2000 silam.

Jika dikomparasikan dengan misi agama lain, seperti Kristen atau Katolik, angka pencapaian dakwah Islam jauh melampaui capaian-capaian para misionaris Kristen maupun Katolik.

Misionaris Katolik, dalam rentang waktu 12 tahun, hanya mampu mendongkrak populasi umat Kristiani sebesar 1,7%, atau jauh di bawah angka pertumbuhan AS.

Anehnya, pencapaian misi agama Kristen Protestan dalam rentang 12 tahun terakhir justru terjadi penurunan signifikan yakni sebesar -12,8%.

Hal ini didukung temuan sebuah survey oleh EndoftheAmerica.com yang menyebutkan bahwa pada tahun 1990, 86 % warga AS dengan bangga menyebut diri mereka umat Kristiani, namun pada tahun 2008, hanya 76% warga AS yang menyebut diri mereka ‘domba-domba Tuhan.’

Perlu dicatat bahwa peningkatan kuantitas umat Islam di AS ternyata juga berimbas pada perubahan wajah Amerika yang kini mulai diwarnai oleh aktivitas-aktivitas ke-Islaman, terutama di dunia akademik.

Hal ini terlihat dari jumlah mahasiswa Muslim di New York yang mengalami peningkatan signifikan sebesar 10% yang juga berimbas pada adanya kebijakan untuk meliburkan kegiatan sekolah saat hari-hari besar agama Islam. Wallahu’alam bish shawwab. (RightSide/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment