Muat Artikel Menghina Islam, Majalah Ini Dikeroyok Ribuan Muslim Iraq

Arbil, Mukminun.com – Ribuan massa umat Islam turun ke jalanan di Ibukota Suku Kurdi di Arbil pada Selasa (08/5) menuntut hukuman setimpal bagi editor majalah Al-Hamsa.

Tuntutan tersebut bukannya tidak berdasar melainkan karena majalah bulanan tersebut memuat sebuah artikel yang menarasikan percakapan sang penulis dengan sosok yang dia sebut sebagai wujud Allah. Naudzubillahi min dzalik....!

Para demonstran berkumpul di depan gedung parlemen Kurdi di Arbil, meminta agar pemerintah setempat segera mengambil tindakan tegas terhadap editor maupun penulis artikel yang mereka nilai “melawan Islam.”

Massa juga melempari batu dan botol air mineral ke arah tentara keamanan dan terlibat bentrokan dengan kepolisian yang berjaga-jaga di gedung parlemen Kurdi di Arbil.

Menurut salah seorang Muslim yang ikut dalam aksi membela izzah Islam tersebut, gedung parlemen Kurdi di Arbil menjadi sasaran karena pemerintah seolah membiarkan pihak-pihak tertentu untuk menghina Islam dan Al-Quran.

“Pemerintah mengijinkan pihak-pihak lain untuk menghina Islam dan Al-Quran, dan kami tidak bisa menerima ini semua,” kata Karwan Salim (19).

Al-Hamsa merupakan sebuah majalah yang terbit satu kali dalam sebulan dan diterbitkan dalam dua bahasa, Bahasa Arab dan Bahasa Kurdi.

Provinsi Arbil sendiri terletak di Iraq timur laut, berbatasan dengan provinsi Ninawa, Kirkuk, As Sulaymaniyah dan Dahuk.

Dengan populasi sebesar 1,3 juta jiwa, Kota Arbil merupakan kota keempat terbesar di Iraq setelah baghdad, Basra, dan Mosul.

Di kota tersebut, 90% dari total populasinya adalah pemeluk agama Islam sedang sisanya adalah pemeluk agama Syiah. Wallahu’alam bish shawwab. (AFP/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment