Adzan Tidak Boleh Dikumandangkan Di Masjid Ibrahimi

Palestina, Mukminun.com – Teroris israel laknatullah telah melarang kumandang adzan di Masjid Ibrahimi, di Hebron, Tepi Barat, Palestina.

Sumber media local melaporkan bahwa selama bulan April2012 saja, pemerintahan teroris israel laknatullah telah melarang 63 kali kumandang adzan.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Direktur Urusan Wakaf, Zaid Jaabari pada Rabu (02/05) kemarin, isrel laknatullah melarang kumandang adzan karena dianggap ‘mengganggu’ pemukim yahudi laknatullah.

Jaabari menambahkan bahwa pelarangan tersebut merupakan sebuah serangan terhadap sebuah tempat peribadahan, dan pelanggaran terhadap hukum internasional yang menjamin kebebasah beribadah.

Laporan tentang pelarangan kumandang adzan di Masjid Ibrahimi, Hebron, Tepi Barat, menambah panjang daftar kedzhaliman teroris israel laknatullah terhadap Islam dan symbol-simbol Islam.

Sebagaimana pernah dilaporkan oleh Mukminun.com, pada 26 April 2012 lalu, sekelompok pemukim yahudi laknatullah secara gegabah memasang bendera-bendera israel di atap Masjid Ibrahimi.

Kejadian yang menghinakan tempat suci keempat umat Islam tersebut merupakan yang pertama kali dalam sejarah, terhitung sejak israel menjajah Palestina pada 1967 silam.

Gubernur Hebron, Kamel Hameed, menuntut tanggungjawab dari pemerintah teroris israel laknatullah atas tindakan provokatif dan serangan terhadap umat Islam yang dilakukan oleh pemukim yahudi laknatullah tesebut.

Kamel Hameed, lebih lanjut, menyebut bahwa aksi pemukim yahudi laknatullah yang mengubah nama Masjid Ibrahimi dengan suatu nama dalam bahasa yahudi sebagai sebuah tindakan provokatif.

Hameed menambahkan bahwa area Masjid Ibrahimi kini juga telah dipasangi pagar besi dan gerbang elektrik untuk menghambat masuknya umat Islam ke area tersebut.

Semoga Allah memberi kekuatan dan kemenangan kepada para Mujahidin yang insyallah melalui tangan-tangan mereka Al-Aqsa dan Palestina secara keseluruhan akan bebas dari yahudi laknatullah. Aamiin. (Petra/Mukminun)