22 Muslim Palestina Diculik Secara Kasar Di Tepi Barat

Palestina, Mukminun.com – Teroris israel laknatullah menculik paksa 22 Muslim Palestina di Tepi Barat hanya dalam dua hari terhitung sejak Kamis (03/05) hingga Jumat (04/05).

Pada Kamis (03/05), setidaknya 20 umat Islam Palestina yang melakukan demonstrasi di depan sebuah penjara di Ramla, Tepi Barat, harus rela diciduk dan diseret masuk ke penjara oleh teroris israel laknatullah.

Dalam aksi tersebut, ratusan umat Islam Palestina menggelar aksi solidaritas yang ditujukan kepada saudara-saudara mereka yang sedang menjalani aksi mogok makan yang telah berjalan selama tiga pekan.

Demonstran yang ditangkap berasal dari beberapa tempat di Tepi Barat, seperti dari Lod, Ramla, Shafa-Amr, Majd Al-Koroum, dan kawasan-kawasan lainnya.

Kantor berita Arabs48 melaporkan bahwa menyusul penangkapan tersebut, puluhan penduduk Palestina lainnya kemudian menggelar demonstrasi kembali meminta pembebasan saudara mereka yang baru saja ditangkapi oleh israel laknatullah.

Namun bukannya meredamkan suasana dengan menuruti permintaan para demonstran, teroris israel laknatullah justru menangkapi beberapa lagi dari mereka dan memukuli para demonstran.

Teroris israel laknatullah tersebut kemudian menyerang beberapa pemukim Palestina di sekitar TKP, dan salah satu korban dari pihak Palestina yang terluka parah adalah seorang pemuda 16 tahun bernama Ward Kayyal.

Ward Kayyal harus rela mendapati dirinya dipukuli dan ditendangi oleh teroris biadab israel tersebut hingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat di kota Ramla.

Seorang pengacara, Maisa’ Ersheed yang mewakili demonstran diperkenankan masuk ke kantor polisi israel laknatullah namun tidak diijinkan menjenguk para tahanan yang berada di dalamnya, justru memaksa dirinya untuk segera keluar.

Di hari yang sama, dua pemuda Muslim Palestina dikabarkan telah diculik oleh teroris israel laknatullah pada Kamis (03/05) malam menjelang Jumat dini hari saat para pemukim Palestina sedang beristirahat.

Kedua pemuda tersebut diidentifikasi sebagai Muhammad Mansour Abu Jelbosh (21) dan Muhammad Mustafa Abu Jelbosh (20). Keduanya berasal dari desa Marka, selatan Jenin. Wallahu’alam bish shawwab. (Imemc/Mukminun)

اللهم انسر اخواننا المجاهدين في فلستن وفي كل مكان

0 komentar:

Post a Comment