Umat Islam Sri Lanka Kecam Serangan Penganut Buddha Radikal


Sri Lanka, Mukminun.com – Komunitas Islam di Sri Lanka menunjuk penganut Buddha radikal sebagai pihak yang sedang berusaha merusak kedamaian dan kerukunan beragama di negara tersebut.

Pernyataan tersebut keluar setelah empat hari sejak penganut Buddha radikal dan anarkis menggeruduk sebuah Masjid di Dambulla, Sri Lanka.

Pemerintah sendiri ketakutan dengan kuatnya dominasi Buddha hingga memintah masjid tersebut dirubuhkan dan dipindahkan.

Dewan Umat Islam Sri Lanka menyampaikan rasa duka yang mendalam terhadap aksi perusakan Masjid di Dambulla tersebut pada Jumat (20/4) lalu.

Dewan Umat Islam Sri Lanka pun mengatakan bahwa penganut Buddha radikal secara terus-menerus berusaha merusak kerukunan dan ketentraman umat Islam.

Sebagaimana diketahui, 2,000 umat Buddha yang dikompor-kompori oleh 300 biksu anarkis mendatangi sebuah Masjid di Dambulla, Sri Lanka, pada Jumat (20/4) ketika ibadah Shalat Jumat sedang berlangsung.

Tak ayal lagi jika kemudian Shalat Jumat harus dibatalkan karena umat Buddha yang arogan tersebut meminta agar Masjid segera ditutup dan dihancurkan karena berada di kawasan ‘sakral’ agama Buddha.

Salah satu biksu anarkis, Inamaluwe Sri Sumangala, mengatakan bahwa Masjid tersebut tepat berada di dalam zona sakral agama Buddha.

Biksu anarkis ini dan biksu-biksu lainnya juga meminta agar pemerintah Buddha Sri Lanka menutup Masjid tersebut dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Masjid di Dambulla sendiri bukanlah bangunan illegal karena telah berada di area tersebut selama lebih dari 50 tahun dan rencana pembangunan Masjid tersebut juga disetujui oleh Biksu-biksu Buddha saat itu.

Kepada BBC, selama ini komunitas umat Islam di Sri Lanka cenderung malas meladeni sikap arogan pemerintah Buddha terhadap mereka, dan hal inilah yang membuat politisi Muslim senior setempat untuk bersuara menentang kebijakan diskriminatif pemerintah Buddha Sri Lanka. Wallahu’alam bish shawwab. Wallahu’alam bish shawwab. (NewsTrackIndia/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment