Satu Muslim Sunni Kuwait Dipenjara Gara-gara Twitter


Kuwait, Mukminun.com- Muhammad al-Mulaifi mau tak mau harus mendekam di penjara untuk tujuh tahun mendatang lantaran pengadilan Syiah Kuwait menyatakan dirinya bersalah gara-gara “kicauan-kicauannya” di Twitter.

Putusan yang dijatuhkan pada Selasa (10/4) kemarin juga memutuskan bahwa Muhammad al-Mulaifi juga harus membayar denda sebesar $18,000.

Menurut pengadilan Kuwait, yang didominasi oleh kaum Syiah, Muhammad al-Mulaifi dinilai bersalah karena mengungkapkan fakta-fakta tentang kesesata Syiah.

Pengadilan Syiah Kuwait menilai bahwa usaha Muhammad al-Mulaifi untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya Syiah melalui Twitter sebagai bentuk “penyesatan tentang pembedaan sekte-sekte” dan “menghina kepercayaan Syiah” serta “merusah citra Kuwait.”

Muhamamad al-Mualafi ditahan sejak Februari lalu setelah komentarnya mengenai kesesatan Syiah memicu protes dari kamu Syiah Kuwait yang merupakan 30% dari total populasi di Kuwait.

Ulah Muhammad al-Mulaifi sendiri sebenarnya merupakan balasan terhadap ulah seorang penganut agama Syiah di Kuwait yang menghina Rasulullah Muhammad salallahu’alaihi wasalam juga melalui Twitter.

Selain itu, kasus Muhammad al-Mulaifi ini juga sering dikaitkan dengan ulah seorang jurnalis asal Saudi, Hamza Kashgari, yang juga menghina Rasulullah Muhammad salallahu’alaihi wasalam melalui Twitter.

Meski begitu, kini Hamza Kasghari telah dibebaskan setelah menyatakan taubat di muka public, dan harus menerima kenyataan bahwa kini dirinya tidak boleh meneruskan profesinya sebagai jurnalis.

Warga Saudi yang memberikan dukungan terhadap Kasghari pun juga diancam akan ditangkap oleh pemerintah Saudi.

Semoga Muhammad al-Mulaifi diberi kekuatan untuk menghadapi kekejaman rezim Syiah Kuwait. Aamiin. (INN/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment