Protes Perubuhan Masjid, Umat Islam Medan Shalat Jumat di Jalanan


Medan, Mukminun.com – Beginilah nasib ketika kaum Muslimin menjadi minoritas, dimana kedzhaliman akan banyak mereka temui, termasuk pula di Medan, Sumatera Utara.

Kembali pada Mei 2011 silam, Masjid Al-Ikhlas kebanggaan warga Muslim di Medan harus dirubuhkan dengan dalih pengembangan potensi ekonomi, meski semua pasti tahu bahwa perubuhan Masjid Al-Ikhlas tersebut untuk kepentingan investor.

Bukan hanya Masjid Al-Ikhlas saja yang menjadi korban keganasan musuh-musuh Islam di Medan, Sumatra Utara, ada Masjid Al Khairiyah, Masjid Raudhatul Islam, Masjid At Thoyibah, Masjid Jenderal Sudirman dan beberapa masjid lainnya.

Janji pembangunan kembali masjid-masjid tersebut telah terlontar dari mulut PLT Gubernur Sumatra Utara H. Gatot Pujonugroho, ST dan Walikota Medan Drs H. Rahudman Harahap, MM pada 16 Februari 2012 silam, namun belum juga terealisasi hingga hari ini.

Meski begitu, tak ada alasan bagi umat Islam di Medan untuk kendor menjalankan perintah syariat.

Bertempat di Jalan Raya Timor, di samping reruntuhan puing-puing Masjid Al-Ikhlas, ratusan umat Islam Medan menjalankan shalat Jumat secara berjamaah meski terik matahari tak henti-hentinya menyoroti kulit mereka.

Diawali dengan kumandang adzan dari mu’adzin Bahrein, salah satu anggota Laskar Amanar (Amar Ma’ruf Nahi Munkar), khatib shalat Jumat kala itu, Ust Rafdinal, S. Sos, MAP melangkah ke mimbar untuk menyampaikan khutbah Jumat.

Ratusan jamaah shalat Jumat saat itu pun mengaku tak merasa kepanasan harus shalat di bawah terik matahari, justru hati mereka menjadi semakin tenang karena keikhlasan hati mereka dalam menjalankan amal syariat tersebut.

Dalam khtubahnya, Ustadz Rafdinal mengingatkan para penguasa untuk menjadi penguasa yang bisa memegang teguh amanah yang telah diberikan kepada mereka.

Oleh karena itu, beliau juga berwasiat kepada para penguasa untuk menjunjung harkat dan martabat umat Islam dengan menjaga eksistensi masjid di tengah-tengah umat.

“Masjid adalah rumah Allah, tempat beribadahnya kaum Muslimin dan muslimat yang sekaligus merupakan sumber kekuatan bagi umat Islam,” kata Ustadz Rafdinal yang merupakan Wakil Ketua Muhammadiyah Kota Medan ini.

“Masjid juga merupakan simbol Islam yang wajib hukumnya untuk dipertahankan dan diperjuangkan oleh umat Islam agar Masjid yang telah dirubuhkan dibangun kembali,” lanjut beliau.

Kini hanya doa yang bisa kita, umat Islam di luar Medan, lakukan untuk membantu saudara-saudara Muslim kita di Medan. Ya Allah… Berikanlah ketabahan dan kesabaran serta kekuatan bagi saudara kami di Medan untuk senantiasa istiqamah dan sabar dalam mendakwahkan agama-Mu. Aamiin. Wallahu’alam bish shawwab. (SumutDaily/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment