Penjara di Missouri Ijinkan Napi Muslimah Tetap Pakai Jilbab


New York, Mukminun.com – Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) di St. Louis menyampaikan terima kasih kepada pejabat pemerintahan Missouri yang telah mengakomodir kebutuhan narapidana Muslimah untuk tetap mengenakan Jilbab selama di lingkungan lapas.

Pernyataan tersebut keluar pada Senin (23/4) kemarin setelah diadakannya sebuah pertemuan yang diikuti oleh Kepala Kepolisian St. Louis, perwakilan dari CAIR sendiri, pemimpin komunitas Islam, dan pejabat daerah setempat.

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa setiap Muslimah yang berurusan dengan pihak kepolisian akan ditindak, diinvestigasi, dan diinterogasi oleh polisi wanita di ruang tertutup dan jilbabnya akan dikembalikan setelah semua proses tersebut selesai.

Pihak kepolisian setempat juga bersedia untuk mengirimkan surat permohonan maaf kepada salah satu Muslimah di St. Louis, Amerika Serikat, yang sempat mendapat kedzhaliman dari mereka.

Kasus ini menjadi perhatian CAIR setelah pada beberapa waktu silam seorang Musliman harus mendekam dipenjara selama beberapa jam hanya karena lupa membayar tiket parkir kepada kepolisian setempat.

Akibatnya, sempat salah seorang polisi melakukan kedzhaliman dengan melepas paksa Jilbab Muslimah tersebut di kantor polisi St. Louis.

Kini pihak kepolisian telah berjanji untuk merubah stigma buruk terhadap jilbab dan narapidana wanita Muslim yang ada di lembaga pemasyarakatan St. Louis.

Pihak CAIR sendiri merasa puas dengan keputusan tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian setempat.

“Kami berterima kasih kepada semua yang terlibat dalam diskusi kasus ini atas semua itikad baik dan fleksibilitasnya dalam memenuhi kebutuhan beragama bagi mereka yang ada di dalam tahanan dan keamanan serta kebutuhan akan rasa aman,” kata direktur eksekutif CAIR St. Louis Faizan Syed.

Lebih lanjut Ustadz Syed juga menghimbau agar kebijakan serupa dapat juga diterapkan di penjara-penjara lain, sehingga tidak perlu lagi ada napi-napi Muslimah lainnya yang terdzhalimi ketika harus berurusan dengan polisi. Wallahu’alam bish shawwab. (Syscon/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment