Mujahidah Palestina ini Harus Rela Dipindah Ke Sel Pengasingan


Palestina, Mukminun.com – Percobaan ilegal untuk mengakhiri aksi mogok makan, pihak administrasi penjara teroris israel kini mengirim Lina Al-jarbouni (37) ke sebuah sel pengasingan di Ramla.

Aksi mogok makan yang dilakukan oleh Ukhti Al-Jarbouni sendiri telah dimulai sejak Selasa (24/5) kemarin, bersama dengan ribuan tahanan Palestina lainnya.

Keputusannya kemudian menjadi alas an bagi israel untuk bertindak kasar dan mendzhaliminya agar Ukhti Al-Jarbouni segera mengakhiri aksi mogok makan tersebut.

Pihak keluarga Ukhti Al-Jarbouni mengatakan bahwa teroris dari brigade Nachshon – yang beroperasi di kamp pengungsian dan penjara israel, memaksa Ukhti Al-Jarbouni ke sebuah sel pengasingan di Ramla.

Ukhti Lina Al-Jarbouni sendiri merupakan seorang “Mujahidah” Palestina kelahiran 11 Januari 1974 di desa Arabba Al-Batouf, di sekitar wilayah kota Akka (Akko – Acre).

Mujahidah Palestina ini ditangkap pada 18 April 2002 silam oleh teroris israel laknatullah dan sempat menjalani masa interogasi selama 30 hari tanpa henti yang konon ia juga mendapat kedzhaliman dan penyiksaan.

Ukthi Al-Jarbouni divonis 17 tahun penjara oleh teroris israel laknatullah atas dakwaan ‘menghubungi musuh’ dan ‘membantu upaya bom syahid.’

Ketika pemerintah teroris israel laknatullah melakukan pertukaran ribuan tahanan Palestina dengan Shalit Gilad (teroris israel yang ditangkap oleh Mujahidin Palestina), Ukhti Al-Jarbouni dilarang untuk ikut dalam pertukaran tersebut.

Hingga hari ini tercatat telah terdapat 4600 narapidana politis yang ditahan oleh teroris israel laknatullah. Mayoritas berasal dari Tepi Barat, sedang sekitar 475 di antaranya berasal dari jalur Gaza, dan 360 dari Jerusalem Timur. (Imemc/Mukminun)
اللهم انسر اخواننا المجاهدين في فلستن وفي كل مكان