Laporan Amnesti Internasional: Umat Islam di Eropa Terus Mendapat Diskriminasi


London, Mukminun.com – Negara-negara di Eropa sedang berlaku diskriminatif terhadap umat Islam yang mempraktekkan agamanya, khususnya di lingkup pendidikan dan pekerjaan, kata Amnesti Internasional pada Senin (23/4).

Dalam sebuah laporan yang difokuskan sebuah studi di Belgia, Perancis, Belanda, Spanyol, dan Swiss, Amnesti Internasional menyeru pemerintah negara-negara di Eropa untuk berusaha lebih keras lagi untuk menekan stigma negatif dan prasangka buruk terhadap Islam.

Sementara itu, laporan tersebut dirasa sangat berbahaya bagi negara-negara yang menerapkan larangan memakai cadar, jilbab, atau symbol-simbol keislaman lainnya.

“Wanita-wanita Muslimah ditolak bekerja dan gadis-gadis Muslimah juga dilarang menghadiri kelas reguler hanya karena mereka memakai pakaian tradisional, seperti jilbab. Pria-pria Muslim juga disingkirkan karena memanjangkan jenggot yang identik dengan Islam,” demikian kata Marco Perolini, pakar kajian diskriminasi dari Amnesti Internasional.

Laporan Amnesti Internasional itu sendiri dirilis hanya dua hari setelah Front Nasional Anti-Imigran memperoleh raupan suara yang signifikan dalam putaran pertama pemilihan presiden di Perancis, dengan 18% pemilih mendukung pemimpin mereka Marine Le Pen.

Laporan yang berjudul “Choice and Prejudice: Discrimination against Muslims in Europe” (Pilihan dan Prasangka: Diskriminasi terhadap Umat Islam di Eropa) melansir sebuah pernyataan bahwa undang-undang yang melarang diskriminasi di lingkungan pekerjaan tidak dijalankan secara benar di Belgia, Perancis, dan Belanda.

Para pemilik usaha justru diijinkan untuk melarang symbol-simbol keagamaan dengan dalih bahwa hal tersebut dapat mengganggu rekan kerja yang lain, atau merusak imej perusahaan itu sendiri.

Pihak Amnesti Internasional sendiri mengatakan bahwa hal tersebut telah berlawanan dengan undang-undang yang disepakati oleh Uni Eropa yang melarang diskriminasi terhadap suatu agama atau keyakinan di lingkungan kerja.

Dalam sepuluh tahun terakhir, siswa-siswa Muslim dilarang memakai jilbab atau baju Muslim lainnya di Spanyol, Perancis, Belgia, Swiss, dan Belanda.

Amnesti Internasional juga mengkritisi Pemerintah Swiss pada tahun 2009 silam atas tindakannya melarang pembangunan menara di beberapa Masjid di seantero Swiss.

Di Spanyol, banyak umat Islam di Catalunia harus rela menjalankan shalat di luar ruangan karena pemerintah setempat melarang pembangunan Masjid. Wallahu’alam bish shawwab. (PakToday/Mukminun)