AS Mengada-ngada Soal Penyerangan ke Markas Sheikh Usamah


Washington, Mukminun.com – James Fetzer, seorang filusuf dan mantan tentara AL Amerika Serikat, mengklaim bahwa berita tentang penyerangan pasukan AS ke markas Sheikh Usamah bin Ladin hanya mengada-ada.

Hal tersebut, menurutnya, dilakukan oleh pemerintah AS di Washington untuk mengurangi tekanan terhadap presiden Barack Obama tentang belum ditutupnya Guantanamo, penempatan pasukan di Pakistan, dan tentang masalah akte kelahirannya.

“Semua itu (kasus-kasus Obama) dihilangkan dari muka (liputan media) dengan mengadakan serangan yang mengada-ada di sebuah tempat dimana tak satu pun pernah melihat (Sheikh) Usamah bin Ladin. Sungguh, bagaimana bisa Anda bunuh seseorang yang wafat pada 2001 – lain waktu?” kata Fetzer kepada Press TV.

Fetzer kemudian menambahkan bahwa ide pemakaman jasad Sheikh Usamah bin Ladin, yang dikatakan sesuai dengan ajaran Islam, merupakan sebuah hal yang tidak masuk akal.

“Hal tersebut sangat tidak menghormati jasad yang bisa saja dimakan ikan, hiu, atau makhluk laut lainnya,” katanya.

Pemerintah Obama mengklaim bahwa Sheikh Usamah bin Ladin dibunuh oleh tentara AS pada 01 Mei tahun lalu di sebuah tempat persembunyian di Abbotabad, Pakistan.

Beberapa jam kemudian pemerintah AS mengumumkan bahwa jenazah Sheikh Usamah bin Ladin dibuang ke laut, sambil dengan penuh percaya diri mengatakan bahwa pemakaman seperti itu telah sesuai syariat Islam.

“Sungguh memalukan bahwa AS telah berkurang nilainya dengan terus-menerus berbohong. Kami nampaknya sedang menghabiskan waktu terus menerus mempertahankan kebohongan-kebohongan tersebut daripada menyelesaikan masalah di dunia,” kata Fetzer mengakhiri wawancara tersebut. (PressTV/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment