Hmm.. Menag RI Suryadharma Ali Dukung LDII


Bogor, Mukminun.com- Menteri Agama Republik Indonesia Suryadharma Ali secara gamblang menyatakan dukungannya terhadap Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), meski pada 2005 Majelis Ulama Indonesia telah menyatakan LDII sebagai aliran sesat.

Pernyataan Suryadharma Ali tersebut terlintar saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII yang dihelat selama dua hari (11-12 April) dan dihadiri pula oleh wapres Boediono dan Menteri Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia Andi Malarangeng.

"Saya menyambut baik apa yang menjadi perjuangan LDII saat ini. Kementerian Agama siap bekerjasama dalam mendukung dakwah LDII," ungkap Suryadharma Ali dalam acara yang dihelat di Bogor, Jawa Barat tersebut.

Mendapat dukungan dari Menag RI, petinggi LDII Prof DR Abdullah Syam gembira bukan kepalang dengan berkata, "Dukungan ini akan menjadi modal kita dalam mengembangkan karakter umat dan akhlaqul karimah masyarakat Indonesia."

Pernyataan Suryadharma Ali tentu sangat disayangkan beberapa pihak, terutama Majelis Ulama Indonesia, yang pada Musyawarah Nasional VII di tahun 2005 menyatakan bahwa LDII atau dulu disebut Lemkari, atau juga disebut dengan Islam Jamaah, sebagai aliran sesat.

"Ajaran sesat dan pendangkalan Aqidah. MUI mendesak pemerintah untuk bertindak tegas terhadap munculnya berbagai ajaran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan membubarkannya, karena sangat meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia, dan sebagainya," demikian kutipan dari fatwa MUI pada Munas di Jakarta 21-29 Juli 2005.

LDII sendiri dinyatakan sesat oleh banyak pihak karena beberapa kesesatan ajaran mereka, seperti berikut:

Menganggap kafir orang Muslim di luar jama'ah LDII.

Hal ini termaktub dalam salah satu makalah ajaran LDII berjudul "Pentingnya Pembinaan Generasi Muda Jama'ah" dengan kode H/97, halaman 8).

"Dan dalam nasehat supaya ditekankan bahwa bagaimanapun juga cantiknya dan gantengnya orang-orang di luar jama’ah, mereka itu adalah orang kafir, musuh Allah, musuh orang iman, calon ahli neraka, yang tidak boleh dikasihi," kutipan makalah tersebut.

Larangan menikah dengan orang yang tidak termasuk jama'ah LDII.

Hal ini terbukti dari kesaksian keluarga R Didi Garnadi asal Cimahi Bandung yang menyatakan keluar dari LDII dan bertaubat untuk masuk kepada Islam yang lurus pada Oktober 1999.

Pelabelan (maaf) (turuk bosok/ vagina busuk) kepada orang yang bukan jama'ah LDII.

Pelabelan ini terbukti dalam ceramah CAI Wonosalam pada tahun 2000 dimana dia berkata sebagai berikut:

"Dengan banyaknya bermunculan jamaah-jamaah sekarang ini, semakin memperkuat kedudukan jamaah kita (maksudnya, LDII, pen.). Karena betul-betul yang pertama ya jamaah kita. Maka dari itu jangan sampai kefahamannya berubah, sana dianggap baik, sana dianggap benar, akhirnya terpengaruh ikut sana. Kefahaman dan keyakinan kita supaya dipolkan. Bahwa yang betul-betul wajib masuk sorga ya kita ini. Lainnya turuk bosok kabeh," (Poin ke-20 dari 50 poin dalam 11 halaman).

Menganggap shalat orang Islam di luar LDII tidak sah makanya orang LDII tidak mau bermakmum di belakang orang Islam di luar LDII.

Wallahu'alam bish shawwab. (Suarakarya/Fostimala/Mukminun)

4 komentar:

  1. waaaaaaaaaaaaaah pemerintah saja mendukung,koq MUI cari gara-gara.
    betul kata yang nulis, yang seharusnya dicekal itu yang menentang pemerintah, siapa yaaa ???

    ReplyDelete
  2. Banyak salah kefahaman di blog ini...semoga cepat mendapat pencerahn dan dpt masuk kejalan yg benar deh

    ReplyDelete