Hasil Riset Hope Not Hate: Gerakan Anti-Islam Subur Di Inggris


Inggris, Mukminun.com – Penelitian terbaru oleh kelompok anti-rasisme mengungkap fakta bahwa Britania Raya, atau Inggris pada khususnya, memerankan peran sentral bagi tumbuhnya kelompok-kelompok anti-Islam dibalik pembunuhan massal di Norwegia.

Laporan yang disusun oleh kelompok anti-rasisme “Hope Not Hate” menunjukkan Inggris adalah salah satu dari negara-negara di Eropa yang paling aktif menyebarkan ajaran ekstrimisme anti-Islam, dengan 22 kelompok anti-Islam kini beroperasi di negara tersebut.

Laporan itu sendiri dirilis sehari sebelum sidang Anders Behring Breivik, warga Norwegia dengan pandangan anti-Islam yang membunuh 77 warga sipil di Norwegia July 2011 silam.

Direktur Hope Not Hate, Nick Lowles, mengatakan bahwa banyak pihak cenderung menyalahkan Breivik semata, namun dibalik ulah keji Breivik tersebut ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap aksi Breivik tersebut.

Dan salah satu faktor tersebut adalah maraknya gerakan anti-Islam di kawasan Britania Raya.

“Semua mata pekan ini akan tertuju pada apa yang Breivik lakukan Juli silam, namun kita cenderung menghiraukan mereka yang menginspirasi Breivik,” kata Nick.

July 2011, Breivik membunuh 77 warga sipil dengan sebuah bom dan menembaki mereka di ibukota Oslo.

Breivik mengaku bahwa ia adalah pelaku utama pembunuhan tersebut, namun ia tidak merasa terlibat dalam aksi kriminalitas karena hal tersebut ia lakukan untuk “kebaikan” negaranya Norwegia yang menurutnya akan “dijajah” oleh umat Islam.

Hasil temuan Hope Not Hate juga menunjukkan bahwa kandidat walikota London Ken Livingstone mengatakan bahwa gerakan “Muslim Turn Now” akan mendapat diskriminasi oleh ‘ulah bejat politisi sayap kanan.’

Lebih lanjut Nick juga memaparkan bahwa salah satu organisasi anti-Islam yang paling gencar menyuarakan anti-Islam adalah English Defence League (EDL), yang mana EDL sendiri menganggap bahwa aksi anti-Islam mereka adalah legal meski harus menggunakan senjata melawan kelompok minoritas (Islam). Wallahu’alam bish shawwab. (PressTV/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment