Hapus Stigma Negatif Tentang Islam Lewat "Islamic Awareness Week"


Indiana, Mukminun.com – Dengan jilbab terbalut, makanan khas Timur Tengah, dan beberapa Quran yang dipajang, Islamic Awareness Week (Pekan Kesadaran Islam) digelar di Universitas Purdue, West Lafayette, Indiana, Amerika Serikat.

Bertempat di sebuah tenda di Memorial Mall, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Asosiasi Mahasiswa Muslim mencoba membagi informasi tentang Islam.

“Hal ini dirasa sangat penting dan juga suatu yang menyenangkan untuk kami semua,” kata mahasiswa S2 Sameer Mojlish.

“Banyak mahasiswa datang untuk bertanya kepada kami (tentang agama dan budaya kami) dan hal tersebut merupakan kesempatan yang bagus untuk berbagi dengan mereka tentang keyakinan dan kepercayaan kami (Islam),” lanjut Mojlish.

Mojlish hanya satu dari sekian mahasiswa di tenda tersebut yang mewakili Islam, sebuah budaya yang oleh banyak orang sering disalahartikan dan sering pula diremehkan di media.

“Komunitas Muslim ini sangat besar dan ini merupakan kesempatan yang bagus untuk mengajak orang-orang bekerjasama memahami kami secara lebih baik,” kata seorang mahasiswa lain bernama Mohammed Abukhater.

“Media sering menggambarkan citra umat Islam sebagai ekstrimis dan bertingkah layaknya orang gila,” imbuh mahasiswa S2 ini.

“Meski diakui bahwa penggambaran tentang umat Islam tersebut adalah suatu yang menyenangkan (bagi beberapa orang), itu semua tidak berlaku bagi seluruh umat Islam,” tambahnya.

Untuk membantu menghilangkan kesalahpahaman tentang Islam, tenda acara tersebut dipenuhi dengan kartu dan poster tentang Islam seperti poster bertuliskan, “What is Islam?”, “What do Muslims believe?” dan “What is the Quran?”

Tak luput dari penyelenggaraan acara tersebut adalah pameran makanan khas Timur Tengah seperti Baklava dan juga pameran baju Muslim yang dipajang dan bebas untuk dicoba.

“Hari ini, terutama setelah 9/11, Islamophobia semakin meningkat. Ada begitu banyak ungkapan kebencian terhadap umat Islam di AS. Baru-baru ini seorang ibu dari lima anak di California di bunuh di rumahnya sendiri dengan sebuah pesan yang meminta ibu tersebut seorang teroris dan memintanya untuk kembali ke negaranya semua,” demikian ungkap Aurangzeb.

Isu-isu seperti ini dirasa akan menjadi sangat serius jika banyak orang hidup dalam bahaya karena Islamophobia, dan dirasa perlu untuk melakukan sesuatu untuk mendidik banyak orang tentang Islam dan umat Islam.

Sepanjang penyelenggaraan acara tersebut, Islamic Awareness Week menggelar open-house dan juga seminar kecil yang diisi oleh Hamza Abdullah dan Husain Abdullah, pemain sepakbola di liga lokal yang juga beragama Islam.

Acara tersebut insyallah berakhir hari ini, Kamis (19/4) dengan kuliah publik yang akan disampaikan oleh Sheikh Khalid Yasin pada pukul 6:30 malam waktu setempat. Wallahu’alam bish shawwab. (JCOnline/Mukminun)

1 komentar:

  1. Kita mendukung atas kegiatan yang telah di lakukan, semangat !

    ReplyDelete