Gerakan Nasional Indonesia Tanpa Jaringan Islam Liberal


Jakarta, Mukminun.com – Entah disadari atau tidak bahwa memang ada beberapa manusia yang mengaku beragama Islam tapi justru berpikiran tidak Islami, dan biasanya, orang-orang seperti itu adalah orang yang memiliki sifat munafik.

Salah satu pihak yang paling kelihatan kemunafikannya adalah mereka yang tergabung dalam Jaringan Islam Liberal (JIL), dimana menurut banyak ulama, bahwa pegiat JIL ini hendak ‘merubah syariah Islam.’

Kiranya demikian sedikit kesimpulan dari penyelenggaraan diskusi tentang pemberantasan pemikiran liberalism di Indonesia oleh Forum Amal dan Studi Islam Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

Yogi Theo Rinaldi, ketua penyelenggara, sendiri mengaku bahwa dirinya dan rekan-rekan seperjuangannya mulai resah dengan semakin merajalelanya pemikiran-pemikiran liberal di tengah umat.

“Tujuan diskusi ini untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat bahaya liberalism di Indonesia,” demikian ungkap Yogi pada Jumat (13/4).

Turut hadir dalam diskusi tersebut adalah salah seorang peneliti Insist, Nirwan Syafrin yang mengutarakan panjang lebar tentang Jaringan Islam Liberal, mulai dari asal muasalnya hingga perkembangannya akhir-akhir ini.

Menurut beliau, JIL berakar dari gerakan liberalisme masyarakat barat yang kecewa terhadap nilai-nilai yang sudah ada hingga membuat mereka ingin menyerang dominasi theology agama, terutama Islam.

Dengan dukungan dana dan para pemikir-pemikirnya, gerakan liberalisme global hendak mengubah syariat Islam, Aqidah Islam, dan Akhlak umat Islam.

“Liberalisme ini ingin merubah syariah, aqidah, dan perilaku orang yang beragama,” kata Ustadz Syafrin.

Ketika ditanya tindak lanjut dari acara tersebut, pihak panitia hendak menyuarakan pemberantasan pemikiran liberalisme ini hingga ke akar-akarnya yakni dengan membekukan Jaringan Islam Liberal (JIL).

Kiranya Allah menghendaki, agenda pemberantasa pemikiran liberal pasti akan terlaksana mengingat semakin tumbuhnya kesadaran di antara umat Islam Indonesia tentang bahaya pemikiran liberal ini.

Hal ini terlihat ketika Forum Umat Islam Indonesia menggelar Indonesia Tanpa Maksiat, dimana ribuan umat Islam turun ke jalanan ibukota Jakarta untuk menyuarakan kembali kepada Islam, menghindari maksiat, dan juga pesan anti-liberalisme.

Kampanye anti pemikiran liberal pun juga semakin marak digalakkan, terutama di situs-situs jejaring social, seperti #IndonesiaTanpaJIL yang kiranya juga akan menggelar aksi masa di kota Surakarta, Jawa Tengah pada 29 April mendatang.

Pihak panitia sendiri telah berjanji akan menyediakan 1000 flyers kepada warga Solo ketika jalan utama Slamet Riyadi sedang digunakan untuk area Car Free Day.

Bagi Anda warga Solo dan sekitarnya yang berminat mendukung gerakan anti pemikiran liberal dan anti Jaringan Islam Liberal, silahkan datang ke Jalan Slamt Riyadi Solo pada 29 April 2012 dari pukul 06.00 hingga pukul 09.00 WIB. Wallahu’alam bish shawwab. (Republika/MuslimDaily/Mukminun)

1 komentar:

  1. terima kasih atas artikel anda yang menarik dan bermanfaat ini. semoga memberikan manfaat bagi pembacanya. saya memiliki artikel sejenis yang bisa anda kunjungi di sini EXPLORE INDONESIA

    ReplyDelete