Farhan Belajar Tawakkal Setelah Diserang Taliban


Jakarta, Mukminun.com – Penyiar kawakan Farhan mengaku mendapat pelajaran berharga dari Mujahidin Taliban yang sempat mengepung hotel tempat ia menginap di Afghanistan pekan lalu.

Sebagaimana diketahui, Ahad (15/4) silam Farhan bersama pelawak stand up comedy Mo Sidik Zamzami, Heka Irawan, dan Asep BS terpaksa bersembunyi di sebuah bunker milik hotel Park Star.

Hal itu dikarenakan pada saat yang bersamaan Mujahidin Taliban sedang melakukan serangan terhadap kedutaan besar Amerika, Rusia, dan Jerman dengan menggunakan hotel tersebut sebagai benteng sementara.

Farhan yang ikut bersembunyi di bunker hotel mengaku bahwa ia menjadi lebih paham tentang tawakkal karena selama persembunyian tersebut, ia mengaku pasrah dan duduk manis menunggu situasi kembali kondusif.

“Pokoknya apa pun yang kita hadapi bismillah aja, deh…” kata presenter 42 tahun itu.

Selain itu, Farhan juga sempat mengaku bahwa Al-Quran adalah ‘obat’ bagi kegalauannya saat itu (dan kita berharap semoga Farhan juga tetap membaca Quran setelah kejadian itu).

“Kita akhirnya belajar pasrah, duduk manis. Hikmahnya ya jadi membuka Al-Quran waktu itu,” kata Farhan melalui siaran radion pada Kamis (19/4) kemarin.

Farhan dan ketiga rekannya itu pun selamat, karena memang Mujahidin Taliban tidak sedang mengincar penghuni hotel tersebut, melainkan kedutaan besar Amerika, Jerman, dan Rusia.

Amerika sendiri adalah negara ‘penyumbang’ pasukan terbesar bagi NATO dalam upaya perang melawan Mujahidin Taliban di Afghanistan.

Dari total 310.000 pasukan asing yang sedang menjajah Afghanistan, Amerika menyumbang pasukan sebanyak 8.000 orang, berkurang 60% dari tahun 2011 silam yang mencapai angka 18.000.

Sepak terjang pasukan asing di Afghanistan tak diragukan lagi sangat menyakitkan mengingat kekejian mereka terhadap Islam, Quran, dan jenazah-jenazah Mujahidin Taliban.

Maka wajar jika kemudian Mujahidin Taliban menuntut balas atas kedzhaliman mereka dan berjihad semaksimal tenaga untuk mengusir pasukan asing dari Afghanistan. Wallahu’alam bish shawwab. (Tempo/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment