Pesan Damai dari Para Ulama di DIPC


Kuwait, Mukminun.com – Ribuan orang, ditaksir sekitar 60,000 orang, menghadiri gedung Dubai World Trade Centre hanya untuk mendengarkan lantunan merdu Sheikh Abdul Rhaman Sudais, Imam Masjidil Haram Mekkah Al Mukaramah.

Ya, rencananya pada Jumat (13/4) kemarin Masjid di Dubai World Trade Center akan kehadiran Imam Masjidil Haram tersebut, namun ternyata Sheikh Sudais tak kunjung terlihat sejak Kamis hingga Jumat.

Pihak penyelenggara sendiri juga gagal memberikan penjelasan terkait batalnya Sheikh Sudais menjadi Imam Shalat Jumat di acara Dubai International Peace Convention tersebut.

“Saya sangat ingin melihat sheikh (Sudais) dan saya sudah dating sejauh ini dari Ras Al Khaimah hanya untuk mendengar beliau berbicara. Saya kecewa karena penyelenggara telah berjanji bahwa beliau akan di sini hari ini (Jumat 13/4),” kata Ahmad Abdullah.

Meski begitu, Dubai International Peace Convention tidak lantas surut peminat. Ulama dari berbagai tempat berkumpul di Dubai World Trade Center untuk menyampaikan pesan damai Islam kepada dunia.

Seminar dan diskusi digelar oleh ulama-ulama terkenal dari mulai pukul 10 pagi hingga 11 malam dan diakhiri dengan Shalat Jumat yang dipimpin oleh Sheikh Mishary Rashid Al Afasy, imam Masjid Al-Kabeer Kuwait.

Sheikh Al Afasiy berkata, “Arti dari Islam itu sendiri adalah kepasrahan pada kedamaian. Slogan yang paling umum yang akan Anda temui di dunia Muslim adalah “Assalamu’alaikum” yang berarti “Keselamatan semoga senantiasa tercurah kepadamu.”

Beliau melanjutkan bahwa sifat alamiah dari agama Islam adalah kedamaian, dan Islam mengijinkan perang hanya dalam beberapa kesempatan saja.

“Perang itu pengecualian. Perang dibolehkan hanya dalam keadaan yang tidak bisa dihindari lagi ketika ada seseorang yang sedang berusaha untuk merusak keharmonisa dunia atau untuk mempertahankan negara yang sedang dijajah,” kata beliau.

Ada pula Sheikh Muhammad Al Sharif dari Kanada yang berbicara panjang lebar mengenai perang Islam dalam pemberian perlindungan kepada wanita dan memberikan wanita status yang sama dengan pria.

Dr Tawfiq Chowdhury, ulama asal Australia, pun tak mau kalah. Beliau memaparkan sebuah makalah berjudul “Muhammad Duta Kedamaian” yang menjelaskan bagaimana Nabi Muhammad salallahu’alaihi wasalam merubah dunia menjadi lebih baik dan membuat hidup ini jauh lebih mudah bagi siapa saja.

Pemaparan mengenai peta pergerakan menuju kedamaian adalah Sheikh Ahmad Hamid yang merekomendasikan persatuan global melalui pengertian satu sama lain, kerjasama perdamaian dan toleran terhadap perbedaan yang semua itu bisa diperoleh dengan pemahaman tauhid yang benar.

“Jika mereka benar-benar menyadari, mengerti, dan menyembah satu Tuhan Pencipta saja, hal tersebut akan memecahkan semua masalah. Inilah elemen kunci yang dapat menyatukan populasi terbesar dunia ini (umat Islam),” kata beliau.

Yang paling ditunggu dari sekian banyak pembicara tentunya adalah DR Zakir Naik, yang mana sesi tanya jawab beliau paling banyak dihadiri oleh para pengunjung acara tersebut. Maka wajar bila sesi DR Zakir Naik menjadi sesi yang paling lama dari pembicara-pembicara yang lain.

Dubai International Peace Convention akan ditutup hari ini, Sabtu (14/4) juga oleh sesi tanya jawab DR Zakir Naik. Namun sebelum itu, ada pula ulama-ulama lain yang akan berbicara pada hari ini seperti, Yousuf Estes, Shaikh Mohammad Salah, Shaik Saeed Rageah dan Mayan Kutty Mather. Wallahu’alam bish shawwab (GulfNews/Mukminun)

========================
Gabung di channel Telegram kami di:


Dapatkan tausiyah langsung di Smartphone Anda!
=========================

0 komentar:

Post a Comment