DPR Dukung Langkah Kiai se-Madura Jaga Moral, Aqidah Umat


Madura, Mukminun.com – Setelah pada Jumat (13/4) lalu para ulama se-Madura berniat surati Presiden untuk memprotes rekomendasi Komnas HAM, alhamdulila pada Ahad (15/4) kemarin amayoritas anggota DPR menyatakan dukungannya menentang rekomendasi tersebut.

Adalah anggota DPR Said Abdullah (FPDIP) dan Ach Ruba’ie (FPAN) yang secara tegas menyatakan dukungannya terhadap langkah para ulama se-Madura tersebut dalam menolak rekomendasi Komnas HAM.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang disuarakan para ulama terkait penolakan lima rekomendasi Komnas HAM ini,” katanya.

Para anggota DPR tersebut setuju bahwa lima poin dalam rekomendasi Komnas HAM tersebut memang dapat memicu emosi umat Islam.

“Akan tetapi, itu kan hanya sebatas rekomendasi dan tidak akan bisa terlaksana selama belum menjadi keputusan dan ditetapkan melalui undang-undang,” ungkap Said dalam acara serap aspirasi dengan perwakilan ulama Madura di gedung Islamic Center, Pamekasan, Madura.

Sebagaimana diketahui kemarin bahwa Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (Bassra) menilai bahwa rekomendasi Komnas HAM yang konon ditujukan untuk perbaikan kehidupan beragama justru akan membuat konflik antar agama. Baca laporan lengkap poin-poin rekomendasi tersebut di sini.

Dalam rekomendasi tersebut, Komnas HAM mengusulkan agar embel-embel Islam dalam KTP dan KK dihapus saja sehingga menimbulkan kecurigaan bahwa pegiat Komnas HAM hendak mensekulerkan warga Indonesia.

Selain itu, Komnas HAM juga merekomendasikan agar pernikahan beda agama dihalalkan dan membiarkan sekte sesat eksis di tengah-tengah masyarakat dengan dalih kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Dan yang lebih parah dari sekian rekomendasi tersebut adalah usulan Komnas HAM untuk menghapuskan pelajaran agama dari kurikulum pendidikan nasional. Naudzubillahi min dzalik. (SuaraKarya/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment